Lebih dari dua pertiga responden, tepatnya 55 orang, bahkan lebih pesimis. Mereka memprediksi tidak akan ada penurunan suku bunga sedikit pun setidaknya hingga September.
“The Fed butuh waktu lebih lama untuk benar-benar yakin inflasi kembali ke jalurnya, menuju target 2 persen itu. Kami rasa keyakinan itu belum akan datang sebelum September,” jelas Jonathan Millar, ekonom senior AS di Barclays.
Di tengah situasi rumit ini, tekanan politik juga muncul. Presiden AS Donald Trump, yang telah mencalonkan Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya, tak henti-hentinya menyoroti kinerja Jerome Powell. Kritiknya berulang: Powell dianggap terlalu lambat dalam menurunkan suku bunga.
Lalu bagaimana dengan pasar? Reaksinya lebih ekstrem. Pasar keuangan kini bahkan tak lagi mematok harapan untuk penurunan suku bunga tahun ini. Malah, ada kemungkinan hampir 30 persen bahwa suku bunga justru akan naik. Sebuah sentimen yang menggambarkan betapa suramnya pandangan mereka terhadap perang melawan inflasi ini.
Artikel Terkait
Trump Tunda Serangan ke Iran atas Permintaan Teheran, Beri Waktu 10 Hari untuk Negosiasi
Harga Minyak Tembus USD100, Trump Klaim Dapat Hadiah 10 Kapal Tanker dari Iran
Pembiayaan BSI Tembus Rp323 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penggerak Utama
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini