Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara

- Jumat, 27 Maret 2026 | 08:15 WIB
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara

Pemerintah pusat kini menggenjot pembangunan hunian tetap untuk korban longsor di Tapanuli Utara. Targetnya jelas: warga yang kehilangan tempat tinggal harus segera mendapat rumah yang layak. Aman, dan nyaman tentunya.

Menteri Perumahan Maruarar Sirait dan Menko Polhukam yang juga Ketua Satgas Bencana, Tito Karnavian, sama-sama menekankan hal ini. Mereka bilang, percepatan pembangunan itu penting, tapi kualitas bangunan jangan sampai dikorbankan. Pokoknya, dua hal itu harus berjalan beriringan.

“Kami ingin pembangunan hunian tetap ini benar-benar selesai dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas,” tegas Maruarar.

Ia menambahkan, masyarakat korban bencana sudah terlalu lama menunggu kepastian. Pernyataan itu disampaikannya melalui keterangan tertulis yang diterima media pada Jumat, 27 Maret 2026.

Nah, untuk mewujudkannya, pemerintah tak bekerja sendirian. Mereka menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan bisa memangkas birokrasi dan mempercepat prosesnya. Soalnya, yang diutamakan adalah kecepatan penyediaan rumah layak huni bagi mereka yang terdampak.

Lalu, bagaimana skemanya? Rencananya, pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi 68 unit rumah yang ditargetkan tuntas pada 5 Mei 2026 mendatang. Begitu selesai, rumah-rumah itu akan langsung diserahkan ke warga.

Sementara itu, tahap kedua menyusul dengan 35 unit lagi. Target penyelesaiannya lebih panjang sedikit, yaitu pada 30 Juni 2026.

Di sisi lain, Tito Karnavian punya pesan khusus untuk pemda setempat. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk lebih serius mengawal proyek ini. Menurutnya, koordinasi yang apik antara pemda dan kontraktor di lapangan adalah kunci utama. Tanpa itu, hambatan bisa muncul di mana-mana dan target waktu bisa molor.

Dengan langkah percepatan ini, harapannya seluruh hunian tetap bisa segera rampung. Impian besarnya sederhana: agar kehidupan masyarakat korban longsor bisa kembali normal. Mereka butuh fondasi yang kokoh, bukan sekadar atap di atas kepala, tapi juga rasa aman untuk memulai lagi.

Pada akhirnya, upaya pembangunan huntap ini bukan cuma soal batu dan semen. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk pemulihan pascabencana yang menyeluruh. Sekaligus, tentu saja, untuk meningkatkan kualitas hidup saudara-saudara kita yang terkena musibah.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar