Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengeluarkan peringatan serius di hadapan para wartawan. Dalam konferensi pers Tahun Baru, Rabu (21/1) waktu setempat, ia mengungkap fakta yang cukup mencemaskan tentang aktivitas nuklir negara tetangganya.
Menurutnya, Korea Utara saat ini memproduksi material nuklir dalam jumlah yang sangat besar. "Bahkan sekarang, material nuklir yang cukup untuk memproduksi 10 hingga 20 senjata nuklir per tahun sedang diproduksi (di Korut)," ujar Lee.
Ini bukan sekadar produksi biasa. Laju tahunannya menunjukkan peningkatan yang konsisten dan mengkhawatirkan.
Di sisi lain, fokus Pyongyang tidak hanya pada bom. Mereka juga terus mengasah kemampuan rudal balistik antarbenua atau ICBM. Teknologi ini, seperti ditegaskan Lee, jelas ditujukan untuk mengancam daratan Amerika Serikat. Perkembangannya tak pernah benar-benar berhenti.
"Pada suatu titik, Korea Utara akan mengamankan persenjataan nuklir yang mereka yakini dibutuhkan untuk mempertahankan rezimnya, bersama dengan kemampuan ICBM yang mampu mengancam tidak hanya Amerika Serikat, tetapi juga dunia yang lebih luas," kata Lee.
Artikel Terkait
Remaja 15 Tahun di Depok Diamankan, Tak Sadar Barang yang Diambil Adalah Sabu
Polwan Pimpin Satuan Baru, Menteri Apresiasi Komitmen Polri Lindungi Perempuan dan Anak
Video Permintaan Maaf di Sidang: Pengacara Marcella Santoso Klaim Dipaksa Mengaku
Anggota DPR Apresiasi Drone ETLE Korlantas, Polisi Hong Kong Belajar ke Indonesia