Dan di sinilah bahaya global yang sesungguhnya muncul. Lee punya kekhawatiran lain yang lebih jauh jangkauannya.
"Dan begitu ada kelebihan, itu akan dikirimkan ke luar negeri -- melampaui perbatasannya. Bahaya global kemudian akan muncul," tegasnya.
Menghadapi situasi seperti ini, Lee menekankan bahwa pendekatan pragmatis mutlak diperlukan. Bukan sekadar retorika atau ancaman balasan. Ia melihat ada langkah konkret yang bisa memberi keuntungan bagi semua pihak.
"Penghentian produksi material nuklir dan pengembangan ICBM, serta penghentian ekspor ke luar negeri, juga akan menguntungkan," cetusnya.
Pernyataan Lee ini, seperti dilansir AFP, menambah catatan panjang tentang ketegangan di Semenanjung Korea. Ia seolah mengingatkan dunia bahwa ancaman dari Korut bukanlah isapan jempol, melainkan realitas yang terus berkembang dengan cepat setiap tahunnya.
Artikel Terkait
KPK Beri Lampu Hijau untuk Lahan Meikarta, Tapi Proyek Rusun Tetap Diawasi Ketat
Menteri Ara Undang KPK Kawal Anggaran Rusun Rp10 Triliun
Kejagung Geledah Money Changer, Lacak Aliran Dana Kasus Limbah Sawit
Enam Tersangka Diringkus Polisi Usai Rusak Pos Taman Nasional Tesso Nilo