Di ruang rapat Komisi V DPR, Senayan, suasana terasa cukup tegang saat pembahasan menyentuh soal harga tiket pesawat. Rapat yang digelar Rabu (11/3/2026) itu membahas persiapan mudik Lebaran, tapi justru mengerucut pada satu isu pelik: kenapa tarif penerbangan bisa semahal ini?
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pun angkat bicara. Menurutnya, akar masalahnya ada pada aturan tarif batas atas dan bawah yang masih mengacu pada data tahun 2019. Padahal, kondisi sekarang sudah jauh berbeda.
"Aturan terakhir kami terbitkan memang di tahun 2019," ujar Dudy, membuka penjelasannya.
"Tapi izinkan saya menyampaikan, asumsi waktu itu kurs dolar cuma Rp 14.165. Lalu harga avtur juga masih di angka Rp 10.845 per liter."
Nah, persoalannya muncul ketika angka-angka itu dibandingkan dengan realitas hari ini. Dudy menyebut kurs dolar telah melonjak ke Rp 16.779. Sementara harga avtur juga tak kalah tinggi, menyentuh Rp 15.432. Jelas, selisihnya sangat signifikan.
Dia menegaskan, jika aturan tarif itu mau direvisi, maka parameter barunya harus mengikuti dua faktor kunci tersebut. "Ini data yang kita pegang," tambahnya, menekankan bahwa perhitungan tak bisa lagi mengacu pada masa lalu.
Mendengar paparan itu, Ketua Komisi V DPR, Lasarus, langsung menyergap. Dengan nada tegas, dia meminta kejelasan.
"Naik dong, Pak Menteri, kalau begitu?"
Dudy tak serta-merta membenarkan. Jawabannya berusaha menengahi. "Saya tidak bilang begitu. Seperti Bapak sampaikan, harus ada keseimbangan," balasnya, berhati-hati.
"Mungkin kita perlu duduk lagi membahas ini. Soalnya, asumsi 2019 ternyata jauh lebih rendah dari kondisi faktual sekarang," lanjut Dudy, mengusulkan dialog lebih lanjut.
Pertukaran pendapat itu menyisakan tanda tanya besar. Di satu sisi, ada desakan untuk menyesuaikan harga dengan realitas ekonomi. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa penyesuaian itu justru akan membebani calon pemudik. Perdebatan antara kenaikan wajar dan daya beli masyarakat tampaknya masih akan panjang.
Artikel Terkait
Wamensos: Sekolah Rakyat Jadi ‘Jembatan Emas’ Putus Rantai Kemiskinan, Kuota Siswa Naik Jadi 45.000
Goldman Sachs: Guncangan Pasokan Lebih Lemah dari Perkiraan, Dolar AS Tetap Kuat
Trump Dievakuasi dari Acara Jurnalis Gedung Putih setelah Suara Tembakan, Satu Orang Ditahan
Brimob Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, Amankan Celurit Sepanjang Dua Meter