Gelombang restrukturisasi kembali melanda Meta Platforms. Ratusan karyawan di berbagai divisi, mulai dari Facebook inti hingga unit virtual reality Reality Labs, terkena pemangkasan. Menurut laporan CNBC Rabu (25/3) waktu setempat, langkah ini dikonfirmasi oleh sumber internal.
Namun begitu, perusahaan tak serta merta mengucilkan mereka yang terdampak. Sebagian justru ditawari peran baru, walau dengan catatan: ada yang harus pindah lokasi kerja. Sebuah opsi yang tentu tak mudah bagi semua orang.
Juru bicara Meta menjelaskan posisi perusahaan.
“Tim di seluruh Meta secara teratur melakukan restrukturisasi atau menerapkan perubahan untuk memastikan mereka berada dalam posisi terbaik. Jika memungkinkan, kami mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya mungkin terdampak,”
Ini bukan kali pertama Meta mengambil langkah tegas di divisi VR. Sebelumnya, sekitar seribu pekerjaan di unit seperti Quest juga dipangkas. Perusahaan menyebutnya sebagai penyesuaian agar tim lebih selaras dengan target strategis jangka panjang. Sebuah perubahan prioritas yang terasa cukup drastis.
Di sisi lain, langkah PHK ini justru terjadi saat Meta sedang gencar-gencarnya mengalirkan miliaran dolar ke pengembangan kecerdasan buatan. Mereka seperti sedang berlari cepat, berusaha mengejar ketertinggalan dari raksasa seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.
Paradoksnya, sambil memangkas di satu sisi, Meta justru agresif memburu talenta baru di bidang AI generatif dan pengembangan agen cerdas. Mereka bahkan menjalin kerja sama dengan startup Dreamer, yang membawa kembali mantan eksekutif Hugo Barra ke dalam kancah persaingan ini melalui Superintelligence Labs.
Tak cuma di level staf, barisan pimpinan puncak juga mendapat perhatian khusus. Sejumlah nama seperti CFO Susan Li dan CTO Andrew Bosworth dikabarkan mendapatkan paket insentif saham dengan target kinerja yang sangat ambisius untuk lima tahun ke depan.
Juru bicara Meta menegaskan hal ini.
“Ini adalah taruhan besar. Paket pembayaran ini tidak akan terealisasi kecuali Meta mencapai kesuksesan besar di masa depan, yang menguntungkan semua pemegang saham kami,”
Jadi, sementara ratusan karyawan harus merelakan posisinya, perusahaan justru memasang taruhan tinggi pada masa depan dengan AI sebagai andalan utamanya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Targetkan Indonesia Jadi Produsen Nomor Satu Dunia
Polres Bogor Layani Ratusan Warga dalam 100 Jam Nonstop, Bawa Kabupaten Bogor Raih Rekor MURI
Megawati Dorong BRIN Jadikan Laut Pusat Inovasi dan Geopolitik Nasional
140 Personel Gabungan Dikerahkan Polda Metro Jaya Antisipasi Kejahatan Jalanan di Jakarta Selatan