Analis Prediksi Harga Pertalite Berpotensi Naik 10-15 Persen

- Kamis, 26 Maret 2026 | 14:15 WIB
Analis Prediksi Harga Pertalite Berpotensi Naik 10-15 Persen

Harga Pertalite berpotensi melonjak. Prediksi ini datang dari Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR). Menurutnya, angka Rp 11.500 per liter bukanlah hal yang mustahil. Artinya, ada kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen dari harga sekarang yang masih bertengger di Rp 10.000.

Latar belakangnya sih cukup jelas: tekanan pada APBN semakin berat. Harga minyak dunia yang merangkak naik bikin pemerintah kelabakan. Fabby bilang, langkah penyesuaian harga BBM ini perlu. Tujuannya sederhana, agar beban kompensasi energi nggak makin bengkak dan masih bisa dikendalikan dalam batas-batas aman fiskal.

"Saya hitung-hitung, agar kompensasi tidak terlalu besar dan masih dalam batas jangkauan APBN, agar tidak defisit, maka pertalite itu mungkin harusnya naik 10-15 persen,"

ujarnya saat dihubungi Kamis lalu (26/3/2026).

Dampak kenaikan harga minyak mentah global ini memang signifikan. Fabby membeberkan hitungannya: setiap kenaikan satu dolar AS di atas asumsi ICP dalam APBN, beban fiskal negara bisa tambah sekitar Rp 6,5 sampai Rp 6,8 triliun per tahun. Bayangkan kalau tren ini terus berlanjut. Ruang gerak fiskal pemerintah bakal makin sempit, terjepit.

Pilihan yang ada pun terasa pahit. Di satu sisi, menambah utang. Di sisi lain, menaikkan harga BBM. Situasinya memang nggak mudah.

"Kalau tidak disesuaikan, beban kompensasi ke Pertamina akan terus meningkat. Ini yang perlu dikendalikan,"

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar