Thailand Siagakan Protokol Pandemi, Kali Ini untuk Antisipasi Virus Nipah

- Senin, 26 Januari 2026 | 11:18 WIB
Thailand Siagakan Protokol Pandemi, Kali Ini untuk Antisipasi Virus Nipah

Langkah-langkah pengendalian penyakit yang dulu akrab di masa pandemi Covid-19, kembali diaktifkan oleh pemerintah Thailand. Kali ini, ancamannya bukan corona, melainkan wabah virus Nipah yang tengah muncul di India. Tindakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi, meski belum ada satu pun kasus yang terdeteksi di dalam negeri.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengonfirmasi hal tersebut. Ia menyebut sistem penyaringan kesehatan masyarakat telah disesuaikan, mengacu pada model yang pernah diterapkan saat Thailand menghadapi Covid-19.

"Sistem penyaringan kesehatan masyarakat telah disesuaikan berdasarkan model yang kita gunakan selama wabah Covid-19 di Thailand," ujarnya, seperti dilansir media lokal.

Kewaspadaan ini muncul setelah lima tenaga kesehatan di Benggala Barat, India, dilaporkan terinfeksi. Klaster ini melibatkan perawat, dokter, dan staf medis lainnya. Virus Nipah sendiri dikenal mematikan. Penyakit yang dibawa kelelawar buah ini menyerang sistem pernapasan dan bisa memicu radang otak akut. Angka kematiannya sangat tinggi.

Siaga Tanpa Obat

Menurut Anutin, kewaspadaan harus ditingkatkan melebihi batas normal. Alasan utamanya sederhana namun mengkhawatirkan: belum ada obat atau vaksin yang efektif melawan Nipah. Karena itu, penyaringan terhadap pengunjung dari negara berisiko pun diperketat.

Namun begitu, Anutin berusaha menenangkan publik. Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan. Virus Nipah, jelasnya, penularannya berbeda jauh dengan Covid-19 yang menyebar lewat udara.

"Masyarakat dapat menjalani kehidupan normal seperti biasa dan tetap mematuhi rutinitas kebersihan yang sudah lazim, seperti mengkonsumsi makanan yang baru dimasak, menggunakan sendok saji, sering mencuci tangan, dan menghindari berjabat tangan," katanya.

Penularan Nipah terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi. Ini membuat risiko penularan massal secara cepat lebih rendah dibanding virus airborne.

Rumah Sakit Bersiap

Sementara di garis belakang, kesiapan fasilitas kesehatan juga digenjot. Dr. Nattapong Wongwiwat, Direktur Jenderal Ilmu Kedokteran, mengaku telah memerintahkan rumah sakit di bawah kendalinya untuk bersiap. Persiapan mencakup penyediaan staf spesialis, bangsal isolasi khusus, hingga logistik obat dan alat medis pendukung.

Tak hanya itu, panduan penanganan klinis juga sedang disusun oleh tim ahli, baik dari dalam maupun luar departemen. Tujuannya jelas: memaksimalkan keselamatan publik jika wabah benar-benar masuk. Instruksi ini terutama berlaku untuk rumah sakit-rumah sakit besar di Thailand.

Benteng di Bandara

Di pintu masuk negara, pengawasan diperkuat. Melalui siaran pers bertajuk "Thailand Tingkatkan Langkah Skrining Bandara bagi Penumpang dari Benggala Barat, India," pemerintah mengumumkan langkah konkret.

Sejak Minggu lalu, pos pemeriksaan di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang mulai menerapkan skrining kesehatan khusus bagi penumpang yang datang dari wilayah Benggala Barat. Menurut laporan, operasi berjalan lancar berkat kerja sama yang baik dari penumpang, otoritas bandara, dan pihak imigrasi.

Di hari yang sama, Bandara Internasional Phuket juga tak ketinggalan. Mereka melakukan hal serupa. Bahkan, frekuensi pembersihan dan disinfeksi di area publik serta permukaan yang sering disentuh turut ditingkatkan. Semua dilakukan untuk memastikan benteng pertahanan pertama negara benar-benar kokoh.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar