Letjen TNI Yudi Abrimantyo memutuskan mundur dari posisinya sebagai Kepala BAIS. Langkah pengunduran diri ini tak lepas dari kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis KontraS yang diduga melibatkan oknum dari badan intelijen tersebut. Ia menyerahkan jabatannya, Rabu lalu.
Menurut sejumlah saksi, penyerahan tongkat komando berlangsung di Mabes TNI. Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, juru bicara TNI, yang mengonfirmasi berita ini.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS," ujar Aulia dalam konferensi persnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa penggantinya. Posisi puncak di Badan Intelijen Strategis itu masih kosong.
Di sisi lain, TNI sendiri tampaknya sedang gencar melakukan pembenahan. Mereka baru saja menggelar rapat tertutup yang cukup penting. Rapat itu dihadiri langsung oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Wamenhan Donny Ermawan, hingga Panglima TNI Agus Subiyanto dan Wakil Panglima Tandyo Budi Revita. Intinya, mereka membahas revitalisasi internal.
Nada tegas terus digaungkan. Institusi berseragam hijau ini berjanji tak akan main-main dalam penegakan hukum. Komitmen itu, disebut-sebut, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"TNI komitmen dengan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI," tegas Aulia.
Artikel Terkait
Jasad Pria yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Terkubur di Lahan Kosong Cikeas
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang
OJK Prediksi Dua hingga Tiga Bank Naik Kelas ke KBMI 4 pada 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra Siap Perjuangkan Tempat