Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru-baru ini menggelar pembekalan khusus. Sasaran mereka? Para pengurus Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Fokusnya pada prinsip kelayakan pengolahan, terutama untuk mengelola gudang beku portabel yang mereka miliki. Langkah ini jelas bukan sekadar formalitas. Tujuannya ganda: memperkuat kapasitas pengelola di lapangan sekaligus mendongkrak perkembangan unit bisnis koperasi nelayan yang tersebar di berbagai pesisir.
Di sisi lain, KNMP sendiri bukanlah lembaga yang berdiri sendiri. Ia merupakan salah satu ujung tombak unit usaha dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Harapannya besar. Koperasi ini diandalkan bisa menyumbang sesuatu yang nyata bagi ketahanan pangan nasional. Tak hanya itu, lewat pengelolaan hasil tangkapan yang lebih optimal, kesejahteraan warga pesisir pun diharapkan ikut terdongkrak naik.
Soal upaya meningkatkan nilai tambah produk perikanan, pemerintah memang terlihat serius. Machmud, selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), angkat bicara.
"Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah hasil perikanan melalui penguatan sektor pengolahan dan pemasaran. Salah satunya melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir yang terintegrasi,"
Demikian penjelasan Machmud di Jakarta, Kamis lalu. Intinya, semua upaya ini diarahkan agar kegiatan ekonomi di kampung nelayan bisa berjalan lebih terpadu dan tentunya, lebih menguntungkan.
Artikel Terkait
BMKG Kendari Waspadakan Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang di Sultra
Cahya Supriadi Dapat Kepercayaan Pertama dari Herdman untuk Timnas Indonesia
Gempa M 5,2 Guncang Konawe Kepulauan Sulteng
Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Satu Hari untuk Hemat BBM