Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP

- Kamis, 26 Maret 2026 | 12:00 WIB
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP

JAKARTA – Dunia balap motor internasional sedang ramai membicarakan satu nama: Veda Ega Pratama. Di usia yang baru 17 tahun, pembalap muda asal Indonesia ini berhasil mencuri perhatian. Bukan main, penampilannya dianggap mampu membangkitkan kembali semangat balap motor Asia yang sempat meredup.

Sejak dua seri pembuka Moto3 2026, Veda langsung menunjukkan taring. Ia membuka musim dengan finis kelima di Thailand. Tak berhenti di situ, di seri berikutnya di Brasil, ia bahkan berhasil naik podium ketiga. Konsistensinya sungguh luar biasa untuk seorang debutan.

Dua hasil gemilang itu menempatkannya di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 27 poin. Posisi ini bukan cuma soal angka. Ini adalah bukti nyata potensi besar dan yang lebih penting kematangan mentalnya di ajang paling bergengsi itu.

Padahal, ini adalah musim debutnya di Grand Prix. Usianya pun masih sangat belia. Tapi lihat saja, Veda tampil dengan ketenangan yang jarang ditemui. Biasanya, kualitas seperti ini baru dimiliki pembalap yang sudah punya jam terbang tinggi.

Momen bersejarah itu akhirnya tercipta di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil. Saat bendera finis berkibar, Veda resmi mencatatkan namanya sebagai pembalap Indonesia pertama yang berdiri di podium balap motor Grand Prix dunia. Sebuah pencapaian yang membanggakan.

Media-media besar pun tak bisa mengabaikannya. ESPN MotoGP, misalnya, memberikan pujian yang cukup tinggi. Mereka melihat Veda bukan sekadar pembalap baru, melainkan simbol kebangkitan.

“Veda Pratama muncul di Moto3 dan langsung membangkitkan antusiasme, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh Asia, yang lama menantikan pembalap yang mampu bersaing di level tertinggi,” tulis ESPN dalam laporannya.

Hebatnya lagi, pada seri Brasil itu, Veda mencatatkan diri sebagai pembalap Asia dengan hasil terbaik di semua kelas. Dari Moto3 sampai MotoGP, tak ada yang mengalahkan posisinya. Prestasinya benar-benar menyapu bersih.

Di bawahnya, pembalap Jepang Ai Ogura harus puas di posisi kelima kelas MotoGP. Sementara wakil Malaysia, Hakim Danish, finis kesepuluh di kelas yang sama dengan Veda.

Jadi, kehadiran Veda Ega Pratama ini seperti angin segar. Di tengah dominasi pembalap Eropa yang masih kuat, munculnya talenta muda dari Indonesia memberi secercah harapan. Bisa jadi, ini adalah awal dari kebangkitan balap motor Asia di panggung dunia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar