Jensen Huang, sang CEO Nvidia, baru-baru ini membuat pernyataan yang cukup mengguncang. Dalam sebuah podcast, ia dengan tegas menyatakan bahwa kecerdasan buatan umum atau AGI sudah bukan lagi mimpi di masa depan. "Saya pikir kita telah mencapai AGI," ujarnya. Klaim ini tentu saja langsung memantik perdebatan hangat di kalangan pemerhati teknologi.
Lalu, apa sebenarnya AGI itu? Singkatnya, ini adalah jenis AI yang kemampuannya disetarakan dengan kecerdasan manusia. Ia bisa memahami, belajar, dan menerapkan pengetahuannya untuk menyelesaikan beragam tugas. Berbeda dengan AI sempit yang kita kenal sekarang yang hanya jago di satu bidang AGI diharapkan bisa belajar mandiri, bernalar logis, dan beradaptasi dengan situasi baru tanpa harus diprogram ulang dari nol.
Pernyataan Huang ini muncul bukan tanpa konteks. Saat ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah AI untuk berinovasi, menemukan pasar, lalu mengelola tim hingga membangun perusahaan senilai satu miliar dolar AS, jawabannya mengejutkan. Bukan lagi soal lima atau dua puluh tahun lagi. Menurutnya, untuk skala perusahaan sebesar itu, era AGI sebenarnya sudah dimulai.
"Bukan tidak mungkin bahwa model Claude mampu menciptakan layanan web, beberapa aplikasi kecil yang menarik yang tiba-tiba, Anda tahu, digunakan oleh beberapa miliar orang dengan harga 50 sen, dan kemudian bangkrut lagi tak lama kemudian,"
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra Siap Perjuangkan Tempat
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab
Justin Hubner Tiba, Pelupessy dan Tjoe A-On Masih dalam Perjalanan Jelang Laga Timnas
Kemnaker Perintahkan Pengawasan Ketat untuk Tuntaskan Aduan THR