JAKARTA – Maret 2026 jadi bulan pergerakan karier di tubuh TNI. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, baru saja merombak posisi 35 perwiranya. Yang menarik, mutasi kali ini menyentuh posisi-posisi kunci, termasuk pimpinan komando gabungan wilayah pertahanan atau pangkogabwilhan.
Menurut keterangan resmi dari Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mutasi jabatan adalah hal yang rutin. Tapi ini bukan sekadar urusan administrasi belaka. Lebih dari itu, langkah ini bagian dari pembinaan karier untuk mengasah profesionalisme dan menjaga kesiapan satuan. “Juga dalam rangka kebutuhan organisasi,” jelas Aulia, Rabu (25/3/2025) lalu.
Nah, dalam gelombang mutasi terbaru ini, nama Mayjen TNI Lucky Avianto mencuat. Dia ditunjuk untuk mengisi kursi Pangkogabwilhan III. Lucky mengambil alih tugas Letjen TNI Bambang Trisnohadi, yang justru mendapat amanah baru sebagai kepala staf teritorial TNI.
Dengan penugasan ini, Lucky yang saat ini masih menjabat Pangdam XXIV/Mandala Trikora, bakal naik pangkat menjadi bintang tiga. Lantas, siapa yang akan mengisi kekosongan di Kodam XXIV/MT? Tampaknya, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia yang akan masuk ke posisi tersebut.
Sebagai informasi, Kogabwilhan itu komando utama operasi di bawah Mabes TNI. Fungsinya mengintegrasikan berbagai pangkalan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia. Pembentukannya sendiri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 2019. Wilayah kerjanya terbagi tiga: Kogabwilhan I di Tanjung Pinang, Kepri; Kogabwilhan II di Kutai Kertanegara, Kaltim; dan Kogabwilhan III yang bermarkas di Timika, Papua Tengah. Pangkogabwilhan bertanggung jawab langsung ke Panglima TNI.
Berikut ini daftar tiga perwira yang kini memegang tampuk pimpinan di Kogabwilhan.
1. Letjen TNI Kunto Arief Wibowo (Pangkogabwilhan I)
Kunto diangkat berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI akhir 2024. Lulusan Akabri 1992 ini menggantikan Laksdya TNI Rachmad Jayadi.
Rekam jejaknya cukup cemerlang. Dia satu angkatan dengan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Kunto pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Komandan Batalyon Infanteri 500/Raider, Komandan Korem 032/Wirabraja, sampai Pangdam III Siliwangi.
Tapi perjalanannya tak mulus. Baru lima bulan menjabat, tepatnya 29 April 2025, Panglima TNI mendadak mencopotnya. Putra mendiang mantan Panglima ABRI Try Sutrisno itu digeser ke posisi staf khusus KSAD. Keputusan yang kontroversial dan banyak dibaca bernuansa politis.
Uniknya, sehari kemudian mutasi itu dibatalkan. Agus Subiyanto mengeluarkan SK baru yang mengembalikan Kunto ke posisinya. Hingga kini, dia masih bertahan sebagai Pangkogabwilhan I.
2. Marsdya TNI Khairil Lubis (Pangkogabwilhan II)
Khairil naik jabatan di pertengahan 2024, menggantikan Marsdya TNI Tonny Harjono yang jadi KSAU. Dia alumni Akademi Angkatan Udara 1990.
Kariernya banyak dihabiskan di jajaran TNI AU. Pernah jadi Komandan Skuadron 12, Komandan Wing Pendidikan Terbang, hingga Komandan Lanud Roesmin Nurjadin. Setelah itu, dia menduduki sejumlah posisi penting seperti Panglima Komando Operasi Udara I dan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional.
Jalurnya terus menanjak. Sebelum akhirnya memimpin Kogabwilhan II, dia sempat menjabat Asops dan Aslog KSAU. Posisi terbarunya ini sekaligus mengantarnya menyandang pangkat bintang tiga.
3. Mayjen TNI Lucky Avianto (Pangkogabwilhan III)
Inilah nama baru yang muncul dari mutasi Maret 2026. Lucky, lulusan terbaik Akmil 1996, mengambil alih posisi Bambang Trisnohadi yang juga lulusan terbaik dari Akmil 1993.
Jejaknya mentereng, terutama di satuan-satuan tempur. Lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan pertama ini memulai karier di Korps Baret Merah, Kopassus. Dia pernah menjabat sebagai Komandan Peleton hingga Komandan Kompi di Grup 2.
Dari Kopassus, Lucky merasakan komando di pasukan infanteri sebagai Danyonif 400/Raider dan 500/Raider. Sempat memimpin teritorial sebagai Dandim di Bangkalan, sebelum akhirnya kembali ke markas Kopassus di Cijantung.
Kariernya terus melesat. Dia pernah jadi Asisten Operasi Danjen Kopassus, lalu Komandan Grup 1/Para Komando. Puncaknya, dia dipercaya sebagai pangdam pertama di Papua Selatan. Pengalaman lapangan di Papua sudah tak diragukan lagi pernah memimpin Koops Habema sehingga tugas barunya sebagai Pangkogabwilhan III sepertinya bukan hal yang asing baginya.
Artikel Terkait
Pameran Foto Jakarta Tempo Dulu Curi Perhatian di Hari Pertama Deklarasi Gerakan Pilah Sampah
Prabowo Temukan Puskesmas di Pulau Miangas Tak Pernah Direnovasi Sejak Era Soeharto
Pemerintah Targetkan Resmikan 1.386 Kampung Nelayan hingga Akhir 2026
Polisi Bongkar Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Plaza, 275 WNA Jadi Tersangka