Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara berkomitmen mengubah wajah kawasan transmigrasi menjadi sentra produksi pangan dan energi nasional. Menurutnya, transmigrasi kini memasuki paradigma baru, tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan menjadi strategi besar untuk membangun kawasan produktif yang mendukung kedaulatan bangsa.
"Kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan energi berbasis potensi lokal," kata Iftitah dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Iftitah memastikan Kementerian Transmigrasi akan memperkuat infrastruktur, teknologi, dan kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi. Langkah ini diambil agar para transmigran dan warga lokal mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional di sektor peternakan, perikanan, dan energi hijau.
"Kawasan transmigrasi dapat menjadi bagian penting dari agenda Indonesia berdiri di atas kaki sendiri," ujarnya.
Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan pembangunan kawasan transmigrasi dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan, swasembada energi, dan kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok Indonesia.
"Kami menyelaraskan pembangunan kawasan dengan prioritas Presiden. Momentum PENAS XVII ini menjadi titik tolak bagi kawasan transmigrasi untuk berkontribusi langsung pada kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
Prabowo Apresiasi Inisiatif KSAD Maruli Bangun Jembatan dan Air Bersih untuk Rakyat
Prabowo Minta Warga Rawat 3.395 Jembatan Merah Putih Presisi
Prabowo Apresiasi TNI-Polri Bangun Jembatan dan Sumber Air Bersih untuk Rakyat
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan dan 3.000 Titik Air Bersih, Tegaskan Negara Hadir untuk Rakyat Terpencil