Angka itu nggak cuma tunjukkan kepercayaan masyarakat, tapi juga jadi bukti keberhasilan optimalisasi layanan yang berdampak langsung pada mobilitas.
Di sisi lain, optimalisasi serupa juga jalan di lintasan Tampo–Torobulu. Dengan dukungan KMP Nuku, KMP Teluk Cendrawasih II, dan KMP Pulau Rubiah, layanan 24 jam berhasil mengakomodasi sekitar 2.987 penumpang pejalan kaki dan 8.075 kendaraan dari H-7 hingga H 2.
Buat jaga semuanya tetap lancar, ASDP juga alihkan operasional KMP Bahteramas II dari lintasan perintis Kamaru–Wanci ke lintasan komersial Labuan–Amolengo.
General Manager ASDP Cabang Baubau, Sullivan Ramadhana Miraza, ngasih penjelasan. Langkah ini bagian dari strategi antisipasi arus balik.
“Kami proyeksikan bakal ada lonjakan signifikan. Makanya, KMP Bahteramas II bakal tetap dioperasikan di lintasan Labuan–Amolengo sampai H 5, baru balik ke lintasan awalnya,” kata Sullivan.
Selain itu, di lintasan Bastiong–Rum di Ternate, frekuensi layanan dinaikkan dari tiga jadi empat trip per hari. Ini respons cepat buat hadapi peningkatan mobilitas warga.
Lalu, di lintasan Bastiong–Sofifi, ada penambahan frekuensi layanan sampai 60 persen dibanding periode sebelumnya. Total, selama mudik udah dimobilisasi 1.747 penumpang pejalan kaki dan sekitar 823 kendaraan.
Melalui berbagai langkah tadi, ASDP mau tegaskan komitmennya. Intinya, menjaga kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan layanan penyeberangan di wilayah timur adalah prioritas.
Heru Widodo nambahin, operasional 24 jam ini bukan cuma strategi teknis semata. Ini juga bentuk kehadiran negara buat pastikan konektivitas tetap terjaga, perkuat integrasi wilayah, dan yang paling penting, hadirkan pengalaman perjalanan yang lebih pasti, aman, dan manusiawi buat semua penumpang.
Artikel Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Relaksasi Produksi Batu Bara dan Nikel Secara Terukur
Jasad Pria yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Terkubur di Lahan Kosong Cikeas
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang
OJK Prediksi Dua hingga Tiga Bank Naik Kelas ke KBMI 4 pada 2026