Debt Collector di Bali Diamankan Usai Kroyok dan Rusak Mobil Pengendara

- Kamis, 26 Maret 2026 | 12:30 WIB
Debt Collector di Bali Diamankan Usai Kroyok dan Rusak Mobil Pengendara

Suasana malam di Jalan Pantai Kuta, Bali, berubah ricuh Rabu dini hari lalu. Dua pria yang diduga berprofesi sebagai debt collector diamankan polisi usai mengeroyok dan menganiaya seorang pengendara berinisial AY. Korban tak hanya babak belur, mobilnya pun rusak parah.

Menurut laporan, semuanya berawal lebih awal malam itu. AY disebut menyerempet sebuah taksi di area Kuta Square. Alih-alih berhenti, ia malah memacu kendaraannya. Nah, tindakan inilah yang memicu kemarahan sekelompok orang yang langsung mengejarnya sambil berteriak "maling".

Kejar-kejaran itu berakhir di Jalan Pantai Kuta, persisnya di Kelurahan Legian, sekitar pukul setengah dua pagi. Di sana, AY dihadang. Situasinya langsung memanas.

"Kemudian, para pelaku melakukan pengerusakan mobil pelapor dengan menggunakan kunci roda batu dan helm serta melakukan pengeroyokan kepada pelapor,"

kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Kapolsek Humas Polresta Denpasar, Kamis (26/3).

Untungnya, petugas keamanan setempat segera datang dan berhasil meredakan situasi yang sudah tak terkendali itu.

Kondisi AY cukup mengenaskan. Ia mengalami lecet di leher bagian kiri dan tangan kanannya. Mobilnya jauh lebih parah: bodi penyok di sana-sini, hampir semua kacanya pecah berantakan, dan keempat ban mengempis tak berdaya. Sungguh pemandangan yang menyedihkan.

Polisi kemudian bergerak cepat. Dua pria berinisial Arif dan Mesak berhasil diamankan sebagai tersangka. Yang menarik, tes urine yang dilakukan terhadap keduanya membawa temasan tak terduga. Salah satunya, Arif, dinyatakan positif menggunakan amfetamin dan methamphetamine.

"Hasilnya sementara satu terduga atas nama Arif positif AMP & METH," jelas Adi Saputra.

Kini, kedua pria itu harus mempertanggungjawabkan aksi brutal mereka, dengan satu tersangka menghadapi tambahan pasal terkait narkoba. Kasus ini kembali menyoroti tindakan main hakim sendiri yang kerap berakhir chaos.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar