Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD kembali mencuat. Kali ini, respons datang dari PDIP. Partai berlambang banteng itu secara tegas menolak usulan tersebut.
Penolakan itu disampaikan langsung oleh juru bicara mereka, Mohamad Guntur Romli. Melalui akun X pribadinya, @GunRomli, pada Rabu (24/12/2025), Guntur menegaskan sikap partainya sudah bulat. "Terkait wacana Pilkada melalui DPRD yang disampaikan oleh salah satu partai atau yang lain: maka sikap PDI Perjuangan tidak berubah dari tahun 2014," tulisnya.
Ia menambahkan, "PDI Perjuangan tetap ingin Pilkada langsung & menolak wacana Pilkada melalui DPRD."
Pernyataan Guntur ini bukan tanpa konteks. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Partai Golkar disebut-sebut kembali mengusung ide pilkada tidak langsung itu. Bagi PDIP, jalur langsung adalah harga mati, sebuah prinsip yang mereka pegang sejak lama.
Alasannya cukup fundamental. Guntur menyebut aturan main soal pemilihan langsung ini sudah punya pijakan kuat, mulai dari UUD 1945 hingga putusan Mahkamah Konstitusi. Jadi, mengubahnya sekarang dianggap sebuah langkah mundur.
Memang, tak bisa dimungkiri pilkada langsung punya segudang masalah. Biaya politik yang membengkak, misalnya, sering jadi sorotan. Tapi bagi PDIP, solusinya bukan membatalkan sistem langsung, melainkan memperbaiki celah-celah yang ada.
Artikel Terkait
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar
Polisi Amankan Pria Diduga Perkosa Kekasihnya yang Masih Siswi SMP di Makassar
Sistem Satu Arah Cipali Picu Macet Parah 3 Km di Pantura Cirebon
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,8 Juta per Gram Setelah Dua Pekan Turun