Veda Ega Pratama Start Posisi Keenam di Moto3 Prancis, Tinggalkan Hakim Danish

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:30 WIB
Veda Ega Pratama Start Posisi Keenam di Moto3 Prancis, Tinggalkan Hakim Danish

Harapan besar kembali menyelimuti paddock Indonesia di ajang Moto3 Prancis 2026. Di tengah ketatnya persaingan para pebalap muda dunia di Sirkuit Bugatti Le Mans, nama Veda Ega Pratama perlahan mulai menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap di grid Moto3 musim ini.

Pebalap asal Gunungkidul itu sukses menyelesaikan sesi Kualifikasi Dua (Q2) Moto3 Prancis 2026 dengan hasil impresif. Veda mengakhiri sesi di posisi keenam dan dipastikan akan memulai balapan utama dari baris depan kedua saat perlombaan digelar Minggu (10/5).

Pencapaian tersebut menjadi salah satu momen paling penting bagi Veda sepanjang musim debutnya di Moto3. Start dari posisi enam membuka peluang yang jauh lebih besar untuk bersaing di grup depan sebuah faktor yang sangat menentukan di kelas Moto3 yang terkenal brutal dan penuh slipstream sejak tikungan pertama.

Yang membuat pencapaian ini terasa semakin menarik adalah grafik performa Veda yang terus menunjukkan tren menanjak sepanjang akhir pekan. Pada hari pertama, pebalap Honda Team Asia itu masih harus mengakui keunggulan rival Asia Tenggaranya, Hakim Danish, serta talenta muda Spanyol, Brian Uriarte. Dalam sesi latihan, Veda hanya mampu finis di posisi sembilan dengan catatan waktu 1 menit 40,779 detik.

Sementara itu, Hakim Danish tampil jauh lebih agresif dengan finis keempat lewat torehan waktu 1 menit 40,443 detik. Brian Uriarte juga tampil impresif dan menutup sesi di posisi lima besar. Saat itu, Veda masih terlihat kesulitan menemukan ritme terbaiknya di Le Mans. Ia bahkan sempat tercecer di luar posisi aman sebelum akhirnya melesat pada menit-menit akhir untuk mengunci tiket otomatis menuju Q2.

Namun, justru di situlah perkembangan Veda mulai terlihat jelas. Alih-alih panik karena tertinggal dari Danish maupun Uriarte, pebalap berusia 17 tahun tersebut memilih fokus pada progres tim dan feeling motor yang terus membaik.

“Hari ini adalah hari pertama yang positif bagi kami di Le Mans. Langsung lolos ke Q2 itu penting karena memberi kami lebih banyak waktu untuk fokus pada persiapan kualifikasi besok,” kata Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia.

Pernyataan itu memperlihatkan kedewasaan seorang pebalap muda yang mulai memahami bagaimana membangun akhir pekan balapan secara bertahap. Veda tidak hanya mengejar satu putaran cepat, tetapi juga membangun pace balapan dan kenyamanan motor.

“Kami masih sekitar setengah detik dari pembalap tercepat, jadi tentu saja masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi saya pikir kami bergerak ke arah yang benar selangkah demi selangkah,” ujarnya.

Kalimat tersebut kini terasa semakin relevan setelah melihat perkembangan performanya di sesi Q2. Sebab, ketika kualifikasi dimulai, Veda tampil jauh lebih kompetitif. Pada awal sesi Q2, ia langsung menempati posisi empat besar. Bahkan ketika sesi memasuki menit keenam, pebalap Indonesia itu sempat naik ke posisi kedua dan terlihat nyaman bertarung dengan para pebalap papan atas.

Di saat yang sama, Hakim Danish justru mulai kesulitan mempertahankan kecepatannya. Pebalap Malaysia dari tim AEON Credit MT Helmets MSI itu tertahan di luar sepuluh besar sepanjang sesi. Persaingan Q2 sendiri berlangsung sangat ketat. Joel Kelso sempat memimpin di awal sebelum digeser Maximo Quiles. Memasuki menit-menit akhir, Adrian Fernandez tampil luar biasa dengan catatan waktu 1 menit 40,044 detik untuk merebut pole position.

Brian Uriarte juga kembali menunjukkan kualitasnya setelah finis kedua dengan waktu 1 menit 40,184 detik. Sementara itu, Veda Ega berhasil mempertahankan posisinya di urutan keenam hingga sesi berakhir. Sebaliknya, Hakim Danish harus puas finis di posisi ke-12.

Situasi ini menjadi pembalikan menarik dibanding sesi latihan sebelumnya. Jika pada hari pertama Danish dan Uriarte masih terlihat lebih dominan, kini Veda justru mulai memperlihatkan perkembangan signifikan yang membuatnya lebih kompetitif dalam satu lap cepat. Dan yang paling penting, hasil kualifikasi ini kembali menegaskan salah satu kekuatan terbesar Veda musim ini: kemampuan berkembang dari sesi ke sesi.

Fenomena serupa sebenarnya sudah terlihat pada seri sebelumnya di Jerez. Saat itu Hakim Danish juga sempat lebih cepat dalam latihan dan kualifikasi. Tetapi ketika balapan utama berlangsung, Veda tampil jauh lebih solid dan berhasil finis keenam setelah start dari posisi ke-17. Sebaliknya, Danish yang memulai balapan lebih depan justru finis di posisi ke-13.

Artinya, kekuatan utama Veda bukan hanya soal kecepatan satu lap, tetapi kemampuan menjaga ritme, membaca balapan, dan bertahan dalam pertarungan grup besar Moto3. Hal itu menjadi modal penting menuju balapan utama di Le Mans. Apalagi karakter Sirkuit Bugatti sangat cocok untuk pebalap yang memiliki keberanian saat pengereman dan kemampuan menjaga konsistensi dalam slipstream panjang. Faktor tersebut bisa menjadi keuntungan bagi Veda yang musim ini terlihat semakin matang dalam race pace.

Ditambah lagi, posisi start keenam memberi peluang strategis untuk langsung bertarung di kelompok depan tanpa harus terjebak terlalu jauh di tengah pack. Tentu tantangan tetap tidak mudah. Adrian Fernandez, Brian Uriarte, hingga Maximo Quiles masih menjadi ancaman serius dalam perebutan podium. Namun, melihat perkembangan performa yang terus meningkat, peluang Veda menciptakan kejutan kini semakin terbuka.

Untuk pertama kalinya musim ini, podium Moto3 tidak lagi terasa seperti mimpi yang terlalu jauh bagi pebalap muda Indonesia tersebut. Sebab, grafik performanya benar-benar sedang menanjak. Dan kali ini, Veda Ega Pratama mulai meninggalkan Hakim Danish.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar