Tak ketinggalan, dua posisi ex-officio juga turut disumpah. Thomas AM Djiwandono mewakili Kementerian Keuangan dan Juda Agung dari Bank Indonesia. Kehadiran mereka di dewan ini penting untuk memastikan koordinasi kebijakan berjalan mulus.
Dengan sumpah yang baru saja diikrarkan, legalitas kepemimpinan mereka sah adanya. Tantangan yang menanti tidaklah ringan. Di satu sisi, dinamika ekonomi global tahun 2026 ini penuh ketidakpastian. Di sisi lain, sektor keuangan dalam negeri sendiri bergerak cepat dengan maraknya aset digital dan teknologi finansial.
Harapannya jelas. Pengawasan terhadap hal-hal baru seperti kripto harus makin kuat. Perlindungan bagi konsumen juga wajib ditingkatkan. Pada akhirnya, tugas berat menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan memastikan inovasi berjalan di rel tata kelola yang baik, kini ada di pundak Friderica dan tim.
Mereka sudah memulai. Kita tunggu kinerjanya.
Artikel Terkait
Menkeu Tegaskan Indonesia Belum dalam Kondisi Darurat Energi
Indonesia Bawa Agenda Prioritas ke Konferensi Tingkat Menteri WTO di Kamerun
Menkeu Purbaya Bantah Isu Resesi, Sebut Analisis Ekonom Tak Berdasar
Kemensos Pangkas Anggaran Non-Prioritas, Bansos dan Penanganan Bencana Tetap Berjalan