Ledakan kembali mengguncang sebuah pangkalan militer di Irak barat. Kali ini, tujuh personel keamanan dilaporkan tewas. Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Irak, serangan ini terjadi Rabu (25/3), hanya berselang sehari setelah insiden mematikan di lokasi yang persis sama.
Provinsi Anbar menjadi lokasi duka. Dari pangkalan yang menaungi pasukan reguler dan anggota Hashed al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) itu, korban terus berjatuhan. Kementerian Pertahanan menyebut selain tujuh yang meninggal, ada 13 orang lainnya yang menderita luka-luka.
Yang memperparah keadaan, serangan udara itu juga menghantam klinik militer di dalam kompleks. Seorang pejabat dengan nada kesal menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok dan berbahaya terhadap hukum internasional.
"Hukum internasional jelas melarang penargetan fasilitas dan personel medis," ujarnya.
Operasi penyelamatan, tambahnya, masih terus dilakukan di tengah puing.
Artikel Terkait
Bupati Lampung Selatan Gelar Halalbihalal Terbuka untuk Ribuan Warga
Pria Tuli Selamat Meski Terseret Kereta 30 Meter di Surabaya
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Proyek Sampah Jadi Energi Listrik
Fortuner Ngebut di Bahu Tol Andara, Dua Orang Terluka