Prabowo Serukan Penghematan BBM Antisipasi Dampak Konflik Global

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:20 WIB
Prabowo Serukan Penghematan BBM Antisipasi Dampak Konflik Global

Di tengah ketidakpastian global yang makin meruncing, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya langkah penghematan. Hal ini ia sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Menurutnya, konflik yang berkecamuk di Timur Tengah dan Eropa berpotensi menggoyang perekonomian, sehingga antisipasi perlu segera dilakukan.

“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah dan ini tentunya memberikan dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM,” ujar Prabowo.

“Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” tambahnya.

Dampak paling langsung, seperti ditegaskannya, adalah pada harga bahan bakar minyak. Karena itulah, ia mendorong semua pihak untuk mulai mengelola pengeluaran dengan lebih bijak. Pemerintah sendiri disebutnya sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk mengamankan stok pangan dan mengantisipasi gejolak energi.

“Kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan, yang mendasar. Masalah BBM kita sebenarnya sudah punya rencana-rencana, ini akan kita akselerasi,” jelas Prabowo.

Namun begitu, langkah proaktif tetap harus diambil. “Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM,” tegas Ketum Gerindra itu.

Prabowo menegaskan, bersikap seolah situasi aman-aman saja bukanlah pilihan. Banyak negara lain, katanya, sudah bergerak lebih dulu. Ia lalu memberi contoh Pakistan, yang menurutnya telah mengambil langkah-langkah cukup drastis.

“Ini ada langkah Pakistan. Ini hanya sebagai perbandingan,” ucapnya sembari menampilkan paparan grafis.

Menurut penjelasannya, Pakistan menganggap situasinya sudah kritis. Mereka menerapkan kerja dari rumah bagi 50% pegawai, baik di pemerintahan maupun swasta. Bahkan hari kerja dipangkas menjadi hanya empat hari dalam seminggu.

“Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID,” papar Prabowo.

Intinya, pesannya jelas. Di tengah badai geopolitik yang memanas, bersiap dan berhemat adalah keniscayaan. Bukan soal panik, melainkan langkah waspada yang realistis.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar