Kejadian penganiayaan di sebuah SPBU Jakarta Timur akhirnya berujung penangkapan. Pelakunya, seorang pria berinisial JM (31), bukanlah aparat seperti yang dia klaim, melainkan pekerja di sewaan mobil. Polisi berhasil meringkusnya di Bekasi tak lama setelah video insiden itu ramai di media sosial.
Yang menarik, pemeriksaan lebih lanjut membongkar fakta lain. JM ternyata positif menggunakan narkoba sabu dan ganja. Ini tentu menambah bobot masalah yang sudah dia hadapi.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, langsung memimpin interogasi. Dalam sebuah cuplikan yang beredar di akun Instagramnya, Alfian terlihat menantang pengakuan JM.
"Terus kamu ngomong apa?" tanya Alfian kepada pelaku.
Alfian dengan tegas membantah klaim JM bahwa dirinya ditarik bajunya oleh operator SPBU. "Saya lihat tidak ada penarikan baju ke kamu. malah sebaliknya kamu narik baju," tegasnya. Dia menantang JM untuk membuktikan sebaliknya.
Kini, JM mendekam di tahanan Mapolres Metro Jakarta Timur, menunggu proses hukum lebih lanjut.
Menurut AKBP Dicky Fertoffan, Kasat Reskrim setempat, awal mula keributan ini sepele. Bermula saat petugas SPBU di Cipinang, Pulo Gadung, menolak mengisi bensin karena pelat nomor mobil JM tak sesuai peruntukannya. Penolakan sederhana itu malah memicu amuk dan pemukulan.
Jadi, lengkap sudah. Dari penganiayaan, klaim palsu sebagai jenderal, hingga terjerat narkoba. Sungguh sebuah rangkaian perbuatan yang harus dipertanggungjawabkan.
Artikel Terkait
IMF, Bank Dunia, dan IEA Peringatkan Krisis Pasokan Minyak Akibat Terganggunya Selat Hormuz
Iran: Pembicaraan dengan AS Masih Berlangsung, Belum Ada Titik Terang Kesepakatan
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Turbo per 1 Juni, Dua Jenis Solar Justru Turun
Aktivitas Pabrik China Stagnan di Ambang Kontraksi, Tertekan Lonjakan Biaya Energi Akibat Konflik Timur Tengah