Pemerintah Prioritaskan Penyelesaian Utang KCIC Sebelum Kaji Perpanjangan Kereta Cepat

- Rabu, 11 Maret 2026 | 16:30 WIB
Pemerintah Prioritaskan Penyelesaian Utang KCIC Sebelum Kaji Perpanjangan Kereta Cepat

Sebelum serius memikirkan perpanjangan jalur kereta cepat ke Surabaya, bahkan mungkin hingga Banyuwangi, pemerintah punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dulu. Utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) harus dibereskan. Itulah prioritas utama saat ini.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana, Rabu lalu. Menurutnya, proses penyelesaian utang ini berjalan beriringan dengan upaya restrukturisasi keuangan badan usaha kereta cepat tersebut.

"Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata AHY.

"Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," lanjutnya.

Pembahasan soal ini sudah melibatkan sejumlah pihak kunci. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO Danantara, Rosan Roeslani, termasuk di dalamnya. Pemangku kepentingan lain juga turut serta.

Nah, soal rencana perpanjangan jalur itu sendiri, kajiannya masih terus berjalan. AHY menyebut Kementerian Perhubungan dan PT KAI terlibat aktif. Tujuannya jelas: agar manfaatnya nanti benar-benar efektif untuk masyarakat.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar