SURABAYA Ambisi Persebaya untuk naik kelas musim ini tak bisa dipisahkan dari satu persoalan klasik: pertahanan. Fondasi di bawah mistar gawang masih terasa goyah, dan itu jadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan. Cerita Bajul Ijo kali ini bukan cuma soal serangan, tapi lebih pada upaya mencari keseimbangan.
Ernando Ari, tentu saja, masih jadi andalan. Namanya melekat sebagai simbol konsistensi selama beberapa tahun terakhir. Kiper yang kerap tampil gemilang di menit-menit genting. Tapi dunia sepak bola itu keras, tak ada yang abadi di zona nyaman.
Pukulan telak datang saat namanya dicoret dari skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Di bawah John Herdman, persaingan jadi makin sengit. Maarten Paes, Emil Audero, Nadeo Argawinata, hingga Cahya Supriadi semua berebut tempat. Situasi ini jelas bukan cuma tentang Ernando, tapi soal dinamika kompetisi di level tertinggi. Kualitasnya tak diragukan, tapi kini ia tak lagi satu-satunya yang dianggap terbaik.
Dan di Persebaya, pertanyaan itu mulai menggelitik. Kekalahan dari Persijap Jepara membuka kembali luka lama: sebenarnya, seberapa kokoh lini belakang Green Force?
Performanya dinilai menurun. Respons di momen krusial kerap terlambat. Tekanan lawan datang bertubi-tubi, dan itu jadi bahan evaluasi yang tak ringan. Tapi, menyalahkan satu nama saja jelas tidak adil.
Lihat saja koordinasi di lini belakang. Leo Lelis dan Jefferson Silva kadang terlihat tak kompak. Celah kecil yang terbuka bisa berubah jadi peluang besar bagi lawan. Dalam kondisi seperti itu, kiper sering jadi “lapisan terakhir” yang harus menanggung beban kesalahan bersama.
Kalau sistem pertahanan berantakan, penjaga gawang selalu kelihatan paling bersalah.
Tapi sepak bola juga butuh antisipasi. Dan rupanya, manajemen Persebaya sudah bergerak.
Nama Reza Arya Pratama mulai mencuat. Kiper milik PSM Makassar itu dikabarkan masuk radar Bajul Ijo untuk musim depan. Ia bukan sekadar pelapis, tapi calon pesaing serius buat Ernando.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Perkuat Julukan Baby Alien Usai Catat Lap Tercepat di Moto3 Brasil
Bayern Munich Tegaskan Michael Olise Tak Dijual, Kontrak Hingga 2029
Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov Rasa Pulang Kampung di FIFA Series Indonesia
Veda Ega Pratama Fokus ke Texas Usai Persejarah di Brasil