Beberapa waktu sebelumnya, The Wall Street Journal (WSJ) membuat klaim yang cukup menghebohkan. Menurut surat kabar AS itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab konon sudah mulai mengambil langkah-langkah konkret untuk bergabung dalam perang melawan Iran. Jika benar, ini jelas akan mengubah peta konflik dan meningkatkan tensi pertempuran secara signifikan.
Laporan WSJ yang terbit pada Selasa lalu itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut menyebutkan satu poin krusial: Riyadh dikabarkan setuju memberikan akses militer AS ke Pangkalan Udara King Fahd. Ini adalah perubahan sikap yang cukup drastis, mengingat sebelumnya kerajaan selalu bersikukuh bahwa pangkalan militernya tidak boleh digunakan untuk menyerang rival lama mereka, yaitu Iran.
Jadi, meski Dubes Faisal tidak mengonfirmasi langsung rencana aliansi militer, nada peringatannya yang keras dan laporan intelijen dari media Barat itu menciptakan suasana yang mencekam. Semuanya seakan menunggu momentum yang tepat, persis seperti yang disinggung sang duta besar.
Artikel Terkait
Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Disebut Akibat Tekanan Ekonomi
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Lancar Berkat Strategi Buka-Tutup Rest Area
OJK Tegaskan Fundamental Perbankan Tetap Solid Meski Ada Revisi Outlook
AS Kirim Proposal Damai ke Iran via Pakistan, Respons Teheran dan Israel Masih Belum Jelas