OJK Tegaskan Fundamental Perbankan Tetap Solid Meski Ada Revisi Outlook

- Rabu, 25 Maret 2026 | 10:15 WIB
OJK Tegaskan Fundamental Perbankan Tetap Solid Meski Ada Revisi Outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan kondisi industri perbankan nasional. Intinya? Masih solid. Pertumbuhannya juga positif, meski ada angin lain yang berhembus dari lembaga pemeringkat global.

Beberapa bank besar Indonesia, termasuk kelompok Himbara, baru-baru ini mendapat revisi outlook menjadi negatif dari Moody’s dan Fitch. Tapi, jangan salah paham dulu.

Menurut Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, penurunan outlook itu bukan cermin buruknya kinerja bank. "Bukan dikarenakan faktor fundamental kinerja perbankan tersebut," tegasnya dalam keterangan Rabu (25/3/2026).

Lantas, apa pemicunya? Dian menjelaskan, ini lebih karena perubahan outlook peringkat utang Indonesia (sovereign rating) yang berubah dari stabil ke negatif. Perubahan di level negara itu otomatis memengaruhi persepsi terhadap sektor perbankan. Ditambah lagi, dinamika makroekonomi global yang sedang tidak menentu ikut memberi warna. Pada dasarnya, peringkat perusahaan di suatu negara jarang bisa melampaui peringkat negara itu sendiri.

Nah, kalau lihat datanya, ceritanya beda. Fondasinya kuat. Di Januari 2026, pertumbuhan kredit masih hampir 10 persen, sejalan dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh lebih dari 13 persen. Kualitas kredit? NPL terjaga di 2,14 persen. Yang bikin lega, permodalannya sangat kuat, di angka 25,87 persen. Likuiditas juga berlebih, jauh di atas ambang batas yang ditetapkan.

Kalau kita zoom in ke bank-bank besar dan Himbara, ceritanya malah lebih bagus. Pertumbuhan kredit mereka malah dua digit, di atas 13 persen. Dana masyarakat yang masuk juga tumbuh kencang, lebih dari 16 persen. Ini jelas sinyal kepercayaan yang masih tinggi.

Ketahanan modalnya juga tak perlu diragukan. Rasio CAR Himbara dan bank kategori KBMI 4 masih sangat tinggi, di atas 20 persen. Angka itu bukan cuma bantalan yang aman untuk hadapi risiko, tapi juga ruang untuk ekspansi bisnis ke depan.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar