Gubernur Jateng Soroti Kolaborasi Antar-Lembaga dan Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran

- Rabu, 25 Maret 2026 | 10:45 WIB
Gubernur Jateng Soroti Kolaborasi Antar-Lembaga dan Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran

Momen Lebaran, menurut Luthfi, bukan cuma soal saling memaafkan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai kesempatan emas untuk mempererat solidaritas antarlembaga di tubuh Pemprov Jawa Tengah. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah apel, Rabu (25/3/2026).

“Pada saat kita melaksanakan tugas dan kewajiban, apa pun bagian yang kita laksanakan, tentu harus ada kolaborasi satu dengan yang lain,” ujarnya.

Ia menekankan, seluruh unsur pemerintahan harus kompak. Bekerja dalam satu irama. Soalnya, pelayanan publik yang luas cakupannya di Jateng baik wilayah maupun jumlah penduduk mustahil dijalankan sendirian. Butuh kolaborasi. Untuk itu, Luthfi meminta jajarannya menjaga semangat kebersamaan. Setiap perangkat daerah dituntut saling menopang.

Di sisi lain, Luthfi menyoroti satu hal yang sudah jadi tradisi tahunan: mudik. Jawa Tengah, lagi-lagi, menjadi pusat perlintasan terbesar di Indonesia. “Mudik merupakan suatu tradisi, khususnya Jawa Tengah menjadi sentral terbesar di seluruh Indonesia,” katanya.

Kelancaran arus mudik dan balik tahun ini, menurutnya, adalah buah kerja keras bersama. Dari kesiapan jalan, layanan transportasi gratis, hingga pengamanan. Ia mengapresiasi kinerja semua pihak yang dinilai mampu meminimalkan keluhan masyarakat.

“Tidak ada satu pun public complaint terkait dengan jalan kita,” ungkapnya dengan nada puas.

Tak cuma soal transportasi. Luthfi juga memastikan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok berjalan aman sepanjang Lebaran. Stok kebutuhan pokok dan bahan bakar tetap terjaga, berkat koordinasi yang apik.

Atas semua capaian itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah bekerja tulus. Namun begitu, ia mengingatkan agar semangat pengabdian itu tidak luntur usai cuti bersama. ASN harus tetap peka dan responsif. Melayani masyarakat harus dianggap sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar rutinitas birokrasi belaka.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar