Momen Lebaran, menurut Luthfi, bukan cuma soal saling memaafkan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai kesempatan emas untuk mempererat solidaritas antarlembaga di tubuh Pemprov Jawa Tengah. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah apel, Rabu (25/3/2026).
“Pada saat kita melaksanakan tugas dan kewajiban, apa pun bagian yang kita laksanakan, tentu harus ada kolaborasi satu dengan yang lain,” ujarnya.
Ia menekankan, seluruh unsur pemerintahan harus kompak. Bekerja dalam satu irama. Soalnya, pelayanan publik yang luas cakupannya di Jateng baik wilayah maupun jumlah penduduk mustahil dijalankan sendirian. Butuh kolaborasi. Untuk itu, Luthfi meminta jajarannya menjaga semangat kebersamaan. Setiap perangkat daerah dituntut saling menopang.
Di sisi lain, Luthfi menyoroti satu hal yang sudah jadi tradisi tahunan: mudik. Jawa Tengah, lagi-lagi, menjadi pusat perlintasan terbesar di Indonesia. “Mudik merupakan suatu tradisi, khususnya Jawa Tengah menjadi sentral terbesar di seluruh Indonesia,” katanya.
Artikel Terkait
Persija Sumbangkan Pemain Terbanyak untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Arus Balik Lebaran Masih Deras, Lebih dari 50 Ribu Penumpang KRL Tiba di Jakarta Setiap Hari
Pemerintah Pertimbangkan WFH Lagi untuk Hemat BBM, Anggota DPR Ingatkan Perlu Kajian Matang
Bupati Karawang Serahkan Santunan Rp50 Juta per Korban Kecelakaan Maut Majalengka