Benjamin Netanyahu mengaku sudah ngobrol dengan Donald Trump. Perdana Menteri Israel itu menyebut, keberhasilan militer gabungan AS-Israel di Iran bisa jadi pintu masuk untuk sebuah kesepakatan baru. Kesepakatan yang, menurutnya, bakal melindungi kepentingan vital Israel.
Dalam sebuah pernyataan video yang dirilis Selasa lalu, Netanyahu menyampaikan poin-poin pembicaraannya dengan mantan presiden AS tersebut.
"Presiden Trump percaya ada peluang di sini. Kita bisa memanfaatkan pencapaian luar biasa dari IDF dan militer AS untuk mewujudkan tujuan perang lewat sebuah kesepakatan," ujar Netanyahu.
"Kesepakatan itulah yang nantinya akan melindungi kepentingan vital kita. Dan kami akan melindunginya, dalam keadaan apa pun," tegasnya lagi.
Tak cuma soal diplomasi, Netanyahu juga bersikap keras. Dia dan Trump, katanya, berjanji untuk terus menekan musuh. "Pada saat yang sama, kami terus menyerang. Baik di Iran maupun di Lebanon," imbuhnya tanpa ragu.
Artikel Terkait
One Way Nasional Berlaku di Tol Trans Jawa, dari Salatiga hingga Cikampek
Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Musik Indonesia Timur Mendominasi Tren Digital, Didorong Kecocokan dengan Platform Seperti TikTok
Iran Luncurkan Rudal ke Yerusalem, Israel Klaim Berhasil Patahkan Sebagian