Suasana Lebaran di Desa Malasari tahun ini benar-benar lain. Di kaki Gunung Halimun Salak, antrean kendaraan mengular panjang menuju kawasan Nirmala pemandangan yang dulu hampir mustahil ditemui di wilayah terpencil ini.
Beberapa tahun silam, akses ke Malasari memang sulit. Jalanan licin dan berlumpur kala hujan. Kini? Arus kendaraan di hari raya disebut-sebut mirip dengan kepadatan jalur Puncak di akhir pekan. Perubahannya nyata.
Semua berubah sejak Jalan Nirmala sepanjang 18,5 kilometer dibangun. Jalur yang rusak dan terjal itu kini sudah dibeton, membelah hamparan kebun teh yang hijau. Proyek ini menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bogor 2025, dipercepat lewat skema Karya Bakti TNI bersama Kodim setempat, sehingga pengerjaannya tak perlu lelang yang berbelit.
Bagi warga, ini bukan cuma soal jalan mulus. Selama ini, isolasi geografis membatasi segalanya: mobilitas, akses ke dokter, bahkan peluang untuk berusaha. Sekarang, jarak tempuh memendek. Warga keluar-masuk desa jadi lebih gampang, sementara pengunjung dari kota mulai berdatangan.
Dan memang ada yang bisa dilihat di sini. Panorama pegunungan, udara sejuk, plus jalur trekking dan air terjun. Tempat yang dulu dianggap "jauh di sana" kini terasa terjangkau.
Dampaknya langsung terasa saat Lebaran. Warung-warung pinggir jalan ramai. Pedagang dadakan bermunculan. Ekonomi yang sempat stagnan perlahan bergerak. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk buka usaha kecil-kecilan.
Meski begitu, ini baru permulaan. Lonjakan pengunjung membawa angin segar, tapi juga pekerjaan rumah yang tak sedikit. Bagaimana mengelola kawasan wisata ke depan, itulah tantangannya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto punya catatan khusus.
“Yang penting dijaga adalah keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” ujarnya. Malasari berbatasan dengan area konservasi, jadi butuh perhatian ekstra agar tak rusak dieksploitasi.
Artikel Terkait
Rumah Kosong di Kembangan Hangus Terbakar Usai Pemiliknya Pulang Mudik
Ledakan Rudal Iran Guncang Yerusalem, Satu Orang Terluka
Mendekati 100 Persen, Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi Tinggal di Tenda
One Way Nasional Berlaku di Tol Trans Jawa, dari Salatiga hingga Cikampek