Jalan Nirmala Berefek, Desa Malasari di Bogor Ramai Pengunjung Saat Lebaran

- Selasa, 24 Maret 2026 | 06:15 WIB
Jalan Nirmala Berefek, Desa Malasari di Bogor Ramai Pengunjung Saat Lebaran

Suasana Lebaran di Desa Malasari tahun ini benar-benar lain. Di kaki Gunung Halimun Salak, antrean kendaraan mengular panjang menuju kawasan Nirmala pemandangan yang dulu hampir mustahil ditemui di wilayah terpencil ini.

Beberapa tahun silam, akses ke Malasari memang sulit. Jalanan licin dan berlumpur kala hujan. Kini? Arus kendaraan di hari raya disebut-sebut mirip dengan kepadatan jalur Puncak di akhir pekan. Perubahannya nyata.

Betonisasi jalan di kawasan Nirmala, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Semua berubah sejak Jalan Nirmala sepanjang 18,5 kilometer dibangun. Jalur yang rusak dan terjal itu kini sudah dibeton, membelah hamparan kebun teh yang hijau. Proyek ini menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bogor 2025, dipercepat lewat skema Karya Bakti TNI bersama Kodim setempat, sehingga pengerjaannya tak perlu lelang yang berbelit.

Bagi warga, ini bukan cuma soal jalan mulus. Selama ini, isolasi geografis membatasi segalanya: mobilitas, akses ke dokter, bahkan peluang untuk berusaha. Sekarang, jarak tempuh memendek. Warga keluar-masuk desa jadi lebih gampang, sementara pengunjung dari kota mulai berdatangan.

Dan memang ada yang bisa dilihat di sini. Panorama pegunungan, udara sejuk, plus jalur trekking dan air terjun. Tempat yang dulu dianggap "jauh di sana" kini terasa terjangkau.

Dampaknya langsung terasa saat Lebaran. Warung-warung pinggir jalan ramai. Pedagang dadakan bermunculan. Ekonomi yang sempat stagnan perlahan bergerak. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk buka usaha kecil-kecilan.

Meski begitu, ini baru permulaan. Lonjakan pengunjung membawa angin segar, tapi juga pekerjaan rumah yang tak sedikit. Bagaimana mengelola kawasan wisata ke depan, itulah tantangannya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto punya catatan khusus.

“Yang penting dijaga adalah keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” ujarnya. Malasari berbatasan dengan area konservasi, jadi butuh perhatian ekstra agar tak rusak dieksploitasi.

Infrastruktur Membuka Peluang, Tapi...

Pembangunan Jalan Nirmala ini bagian dari program yang lebih luas. Sepanjang 2025, pemkab mencatat pembangunan jalan mencapai lebih dari 500 kilometer, tersebar hingga ke daerah terpencil.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menilai infrastruktur jalan punya peran krusial. “Jalan itu menghubungkan wilayah, sekaligus mempertemukan potensi lokal dengan pasar,” katanya.

Di Malasari, dampaknya mulai merambat. Usaha kuliner tumbuh, jasa ojek lokal makin laris, bahkan ada warga yang merencanakan homestay. Hasil kebun pun kini lebih gampang dijual keluar.

Kawasan kaki Halimun Salak pun mulai dilirik sebagai alternatif wisata. Selama ini, beban wisatawan terlalu menumpuk di Puncak. Dengan akses yang membaik, arus diharapkan bisa lebih tersebar.

Sebenarnya, pengembangan kawasan ini sudah dirancang sejak lama, dengan prinsip utama: lestari. Setiap intervensi infrastruktur harus mempertimbangkan dampak ekologis. Kerja sama dengan kementerian terkait pun dijalin. Bahkan, program pelepasliaran elang jawa dilakukan di sini pada Agustus 2025 sebagai bagian dari komitmen konservasi.

Di sisi lain, jalan ini juga menandai pergeseran arah pembangunan di Bogor. Perhatian yang dulu terpusat di kota, kini merambah ke pinggiran.

Malasari punya catatan sejarah sendiri. Dulu, ia pernah menjadi pusat pemerintahan darurat di masa Agresi Militer Belanda II. Kini, perannya berubah: sebagai garda depan pertumbuhan ekonomi baru.

Harapan warga tentu besar. Tapi ada kesadaran kolektif bahwa perkembangan ini harus dikelola pelan-pelan, hati-hati.

Desa ini sekarang ada di persimpangan. Akses terbuka, pengunjung datang, peluang menganga. Nasib Malasari ke depan sangat bergantung pada bagaimana semua pihak bersikap. Jika dikelola dengan bijak, ia bisa tumbuh menjadi destinasi berkelanjutan, bukan sekadar tempat wisata musiman. Tetap mempertahankan karakter alamnya yang asri, sambil membuka pintu kemakmuran bagi warganya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar