Bea Cukai Bali Amankan 2,4 Juta Batang Rokok Ilegal dan Ribuan Liter MMEA
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur berhasil mengamankan 2,4 juta batang rokok ilegal di Pulau Dewata sepanjang September 2025. Selain rokok, pihaknya juga menyita 7.787,96 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dalam periode yang sama.
40 Kali Penindakan dalam Satu Bulan
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT, Hari Murdiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan 40 kali tindakan penindakan selama September 2025. Operasi ini difokuskan pada barang kena cukai yang tidak dilengkapi dengan pita cukai resmi.
Rekap Penindakan Januari-September 2025
Data komprehensif menunjukkan bahwa dari Januari hingga September 2025, Bea Cukai Bali telah menangani total 210 kasus. Barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 7,6 juta batang rokok ilegal dan 18.486,23 liter MMEA.
Strategi Pengawasan Bea Cukai Bali
Bea Cukai Bali telah memetakan sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur masuk rokok ilegal ke Bali. Pengawasan ketat dilakukan secara maksimal di semua jalur, termasuk darat, laut, dan udara, serta memantau peredaran barang di pasar lokal. Metode pengawasan meliputi patroli rutin dan operasi gabungan dengan instansi terkait.
Penindakan di Bidang Lain
Selain barang kena cukai, Bea Cukai Bali juga aktif melakukan penindakan di sektor kepabeanan. Tercatat 15 kali penindakan terhadap barang bawaan terbatas pelaku perjalanan luar negeri, yang meliputi alat kesehatan, kosmetik, dan obat-obatan.
Di bidang narkotika, dilakukan 17 kali penindakan terhadap barang bawaan penumpang dan jasa ekspedisi, dengan penyitaan 2.040,54 gram narkotika berbagai golongan. Secara kumulatif sepanjang 2025, Bea Cukai Bali telah mengamankan 23.108,65 gram dan 737 satuan narkotika.
Dampak terhadap Penerimaan Negara
Total seluruh penindakan yang dilakukan dari Januari hingga September 2025 mencapai 450 kali tindakan. Operasi ini berhasil menyelamatkan potensi penerimaan negara yang seharusnya diterima, dengan nilai mencapai Rp 44,16 miliar.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020