Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Disebut Akibat Tekanan Ekonomi

- Rabu, 25 Maret 2026 | 10:40 WIB
Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Disebut Akibat Tekanan Ekonomi

Epic Games, sang raksasa di balik fenomena Fortnite, baru saja mengumumkan langkah drastis. Mereka akan memberhentikan sekitar seribu karyawannya. Kabar ini tentu saja mengguncang industri.

Menurut laporan yang beredar Rabu lalu, langkah penghematan biaya inilah yang menjadi alasan utama. Perusahaan yang berkantor pusat di Cary, North Carolina, itu berusaha menegaskan satu hal: keputusan pahit ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

Lalu, apa pemicunya? Rupanya, ada sejumlah tantangan berat yang sedang menghantam sektor game. Pertumbuhan ekonomi yang melambat dan daya beli konsumen yang melemah jadi faktor utamanya. Di sisi lain, persaingan untuk merebut perhatian pengguna juga semakin sengit. Game online seperti Fortnite kini tak hanya beradu dengan sesama game, tapi juga harus bersaing dengan media sosial dan segala bentuk hiburan digital lain yang siap menyita waktu.

Dalam memo internalnya, pendiri sekaligus CEO Epic Games, Tim Sweeney, mencoba memberikan konteks yang lebih dalam. Ia mengingatkan bahwa perusahaan ini bukan kali pertama menghadapi badai.

“Ini bukan pertama kalinya kami berada di situasi ini. Epic berhasil melewati gejolak di dekade 1990-an dengan peralihan dari 2D ke 3D dengan Unreal 1. Pada dekade 2000-an, kami membangun game konsol dengan Gears of War dan pada 2012 beralih ke game online dengan Paragon dan Fortnite,”

Namun begitu, Sweeney mengakui bahwa situasi kali ini terasa sangat berat.

“Kondisi pasar saat ini adalah yang paling ekstrem yang pernah kami lihat sejak masa-masa awal itu,"

Setelah gelombang PHK ini selesai, jumlah karyawan Epic Games diperkirakan tinggal sekitar empat ribu orang. Sebelumnya, pada 2023, perusahaan juga pernah melakukan pemangkasan serupa dengan merumahkan 830 pekerja. Gelombang perubahan, sekali lagi, menerpa salah satu nama terbesar di dunia game.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar