Epic Games, sang raksasa di balik fenomena Fortnite, baru saja mengumumkan langkah drastis. Mereka akan memberhentikan sekitar seribu karyawannya. Kabar ini tentu saja mengguncang industri.
Menurut laporan yang beredar Rabu lalu, langkah penghematan biaya inilah yang menjadi alasan utama. Perusahaan yang berkantor pusat di Cary, North Carolina, itu berusaha menegaskan satu hal: keputusan pahit ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
Lalu, apa pemicunya? Rupanya, ada sejumlah tantangan berat yang sedang menghantam sektor game. Pertumbuhan ekonomi yang melambat dan daya beli konsumen yang melemah jadi faktor utamanya. Di sisi lain, persaingan untuk merebut perhatian pengguna juga semakin sengit. Game online seperti Fortnite kini tak hanya beradu dengan sesama game, tapi juga harus bersaing dengan media sosial dan segala bentuk hiburan digital lain yang siap menyita waktu.
Artikel Terkait
Kapolri Perintahkan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan Saat Arus Balik Lebaran
Harga BBM di Jakarta Tetap Stabil Pasca-Lebaran 2026
Herdman Buka Alasan Panggil Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia
Openreach Gandeng Google Cloud untuk Percepatan Jaringan Fiber dan Kurangi Emisi Armada