Inggris Kirim Kapal Perusak HMS Dragon ke Timur Tengah Amankan Selat Hormuz di Tengah Ketegangan AS-Iran

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:10 WIB
Inggris Kirim Kapal Perusak HMS Dragon ke Timur Tengah Amankan Selat Hormuz di Tengah Ketegangan AS-Iran

Inggris memindahkan kapal perusak Kerajaan, HMS Dragon, ke Timur Tengah sebagai bagian dari misi multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah ketegangan yang kembali memanas dan mengancam gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa HMS Dragon, kapal perusak Tipe 45 yang saat ini berada di Mediterania timur, akan dikerahkan lebih awal untuk mendukung operasi keamanan maritim yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis. Penempatan ini baru akan dilakukan setelah kondisi memungkinkan terciptanya jalur aman melalui Selat Hormuz.

“Penempatan awal HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan yang bijaksana yang akan memastikan bahwa Inggris siap, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis, untuk mengamankan selat tersebut, ketika kondisi memungkinkan,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Sementara itu, Washington masih menunggu tanggapan Teheran terhadap proposal gencatan senjata terbaru. Ketegangan semakin meningkat setelah terjadi bentrokan baru di dalam dan sekitar Selat Hormuz, yang semakin mempersulit diplomasi yang sudah rapuh. Para pejabat Amerika Serikat melaporkan bahwa pasukan Iran dan Amerika saling baku tembak di dekat selat tersebut pekan ini. Amerika Serikat juga menuduh Iran mengganggu pelayaran dan menargetkan infrastruktur di kawasan Teluk.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan balasan dari Iran “segera”, meskipun kedua pihak saling menuding telah melanggar gencatan senjata yang diumumkan bulan lalu. Selat Hormuz sendiri menangani sekitar seperlima perdagangan minyak global. Gangguan yang terus berlangsung meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya guncangan pasokan yang berkepanjangan serta eskalasi militer lebih lanjut di kawasan Teluk.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar