China baru saja mengeksekusi 11 orang. Mereka adalah bagian dari sindikat penipuan daring yang markas operasinya ternyata bersarang di Myanmar. Eksekusi ini menegaskan betapa seriusnya Beijing menangani kasus-kasus semacam ini.
Memang, pusat-pusat penipuan online di Asia Tenggara sudah jadi masalah akut. Dalam beberapa tahun belakangan, mereka tumbuh subur, khususnya di Myanmar dan Kamboja. Awalnya, target utama mereka adalah korban berbahasa Mandarin. Namun, seiring waktu, jaringannya meluas. Mereka merekrut orang-orang yang fasih beragam bahasa, sehingga korbannya pun berasal dari berbagai penjuru dunia.
Yang memilukan, banyak pekerja di pusat penipuan itu sebenarnya adalah korban juga. Mereka adalah korban perdagangan manusia dan kerja paksa. Fakta ini kerap terabaikan di balik berita-berita kejahatan terorganisir.
Menurut laporan kantor berita Xinhua, ke-11 orang itu dieksekusi pada Kamis setelah sebelumnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di Wenzhou, China timur, pada bulan September lalu.
"Kejahatan yang dilakukan oleh mereka yang dieksekusi termasuk pembunuhan berencana, penganiayaan berencana, penahanan ilegal, penipuan, dan pendirian kasino,"
Artikel Terkait
Drama Comeback Irak Taklukkan Korea Selatan di Piala Asia Futsal
Eliano Reijnders Siap Gempur Persis Solo, Peringatkan Bahaya Kejutan di Manahan
Hujan Deras Guyur Jakarta, 52 RT dan 17 Ruas Jalan Terendam Banjir
Doktif Minta KY Awasi Sidang Praperadilan Richard Lee