Nvidia Perkenalkan DLSS 5 dan Sistem Vera Rubin di GTC Conference

- Rabu, 18 Maret 2026 | 08:00 WIB
Nvidia Perkenalkan DLSS 5 dan Sistem Vera Rubin di GTC Conference

Di tengah hiruk-pikuk San Jose, California, Nvidia kembali membuat gebrakan. Dalam ajang tahunan GTC Conference pekan ini, raksasa chip asal AS itu memamerkan sederet inovasi terbaru di bidang kecerdasan buatan. Tidak tanggung-tanggung, rangkaian produk baru ini mencakup lini teknologi grafis, infrastruktur komputasi, hingga perangkat lunak.

Yang langsung mencuri perhatian adalah teknologi rendering grafis anyar bernama DLSS 5. Menurut Jensen Huang, sang pendiri dan CEO, teknologi ini mampu mendongkrak realisme gambar secara signifikan. Kabar baiknya, beban komputasi justru jadi lebih ringan.

Lalu, apa sih istimewanya DLSS 5? Intinya, sistem ini merupakan lompatan besar. Alih-alih hanya mengandalkan data grafis 3D konvensional, DLSS 5 memadukannya dengan model AI generatif. Hasilnya? AI bisa memprediksi dan secara otomatis mengisi detail visual yang biasanya hilang. Proses ini memungkinkan GPU menghasilkan gambar yang jauh lebih kaya dan hidup.

Huang sendiri tampak sangat antusias. Dalam presentasinya, dia menyebut momen ini sangat bersejarah.

"Dua puluh lima tahun setelah NVIDIA menciptakan shader yang dapat diprogram, kami kembali menciptakan grafis komputer," katanya.

Dia bahkan tak segan menyamakannya dengan revolusi di dunia bahasa.

"DLSS 5 adalah momen GPT untuk grafis," tegasnya.

Namun begitu, inovasi Nvidia tidak berhenti di situ. Di sisi perangkat keras, perusahaan itu sudah menyiapkan sistem komputasi AI generasi berikutnya, Vera Rubin, yang rencananya meluncur akhir tahun ini. Rinciannya cukup mencengangkan.

Sistem Vera Rubin disebut-sebut terdiri dari sekitar 1,3 juta komponen. Yang lebih gila lagi, kinerjanya dijanjikan bisa sepuluh kali lipat lebih efisien per watt dibanding pendahulunya, sistem Grace Blackwell. Bayangkan saja.

Terakhir, terkait ranah perangkat lunak, Nvidia juga punya andalan baru: NemoClaw. Software ini dirancang khusus untuk mendukung pengembangan dan penyebaran agen AI pada platform OpenClaw. Jadi, dari ujung ke ujung, Nvidia sepertinya ingin menguasai seluruh ekosistem.

Gelombang inovasi mereka jelas akan mengguncang industri. Kita tunggu saja realisasinya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler