Kabarnya, Amerika Serikat sudah mengirimkan proposal perdamaian untuk Iran. Uniknya, Pakistan jadi perantaranya. Ini bukan isapan jempol belaka, laporan The New York Times pada Rabu (25/3/2026) mengonfirmasi hal itu lewat sejumlah sumber yang mengetahui detailnya.
Menurut sejumlah saksi, dokumen perdamaian itu isinya cukup padat, terdiri dari lima belas poin. Intinya? Ya, soal program nuklir Iran yang selalu jadi perdebatan panas, lalu rudal balistik mereka, plus yang tak kalah genting: lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang semrawut.
Tapi di sini masalahnya. Sampai sekarang, belum ada kejelasan apakah Iran bakal menerima tawaran itu. Bahkan, sikap Israel pun masih jadi tanda tanya besar apakah mereka mendukung langkah diplomasi Washington ini atau malah sebaliknya.
Presiden AS Donald Trump awal pekan ini sempat berkoar. Dia bilang negosiasi dengan Iran sudah mulai berjalan. Eh, tapi klaim itu langsung ditepis keras oleh Teheran. Mereka membantah mentah-mentah.
Artikel Terkait
Herdman Buka Alasan Panggil Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia
Openreach Gandeng Google Cloud untuk Percepatan Jaringan Fiber dan Kurangi Emisi Armada
Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Disebut Akibat Tekanan Ekonomi
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Lancar Berkat Strategi Buka-Tutup Rest Area