AS Kirim Proposal Damai ke Iran via Pakistan, Respons Teheran dan Israel Masih Belum Jelas

- Rabu, 25 Maret 2026 | 09:40 WIB
AS Kirim Proposal Damai ke Iran via Pakistan, Respons Teheran dan Israel Masih Belum Jelas

Kabarnya, Amerika Serikat sudah mengirimkan proposal perdamaian untuk Iran. Uniknya, Pakistan jadi perantaranya. Ini bukan isapan jempol belaka, laporan The New York Times pada Rabu (25/3/2026) mengonfirmasi hal itu lewat sejumlah sumber yang mengetahui detailnya.

Menurut sejumlah saksi, dokumen perdamaian itu isinya cukup padat, terdiri dari lima belas poin. Intinya? Ya, soal program nuklir Iran yang selalu jadi perdebatan panas, lalu rudal balistik mereka, plus yang tak kalah genting: lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang semrawut.

Tapi di sini masalahnya. Sampai sekarang, belum ada kejelasan apakah Iran bakal menerima tawaran itu. Bahkan, sikap Israel pun masih jadi tanda tanya besar apakah mereka mendukung langkah diplomasi Washington ini atau malah sebaliknya.

Presiden AS Donald Trump awal pekan ini sempat berkoar. Dia bilang negosiasi dengan Iran sudah mulai berjalan. Eh, tapi klaim itu langsung ditepis keras oleh Teheran. Mereka membantah mentah-mentah.

Saluran televisi Israel, Channel 12, ikut memberitakan hal serupa. Mereka melaporkan Washington memang sudah menyodorkan proposal damai. Katanya, AS menginginkan gencatan senjata. Cuma sebulan.

Namun begitu, jangan berharap perang bakal berhenti dalam waktu dekat. Faktanya, Gedung Putih sendiri mengaku bahwa serangan militer AS dan Israel ke Iran akan terus berlanjut. Ya, meski jalur diplomasi katanya tetap dibuka.

Perang antara AS-Israel dan Iran ini sudah makan waktu hampir sebulan. Sudah empat minggu. Dampaknya? Luar biasa. Selat Hormuz yang ditutup, serangan ke infrastruktur minyak dan gas di kawasan Teluk semua itu memicu krisis energi dan goncangan ekonomi global yang serius.

Jadi, proposal perdamaian itu mungkin secercah harapan. Tapi di lapangan, situasinya masih jauh dari kata tenang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar