Presiden Prabowo Canangkan Pembangunan 1.582 Kapal Ikan untuk Koperasi Nelayan demi Perkuat Ekonomi Biru

- Minggu, 10 Mei 2026 | 00:15 WIB
Presiden Prabowo Canangkan Pembangunan 1.582 Kapal Ikan untuk Koperasi Nelayan demi Perkuat Ekonomi Biru

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sektor kelautan dan perikanan secara besar-besaran melalui penguatan konsep ekonomi biru. Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu. Menurut Kepala Negara, potensi laut Indonesia merupakan karunia besar yang harus dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

"Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy. The blue ocean economy ini adalah sangat penting, ini adalah karunia yang maha kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi," ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa penguatan sektor kelautan menjadi bagian integral dari upaya besar pemerintah membangun kemandirian nasional. Menurutnya, nelayan harus menjadi pelaku utama dalam pemanfaatan sumber daya laut nasional. Ia juga mengapresiasi jasa para nelayan yang telah berkontribusi dalam pencapaian swasembada pangan di Indonesia.

"Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada banyak sekali kita. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar dan para nelayan yang punya jasa besar, dan kita ingin memperkuat peran para nelayan kita," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan pembangunan ribuan kapal ikan yang nantinya akan dikelola melalui koperasi nelayan. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 1.582 kapal ikan. Kapal-kapal tersebut rencananya akan diberikan kepada kelompok nelayan yang tergabung dalam koperasi.

"Nanti diatur apakah 30 nelayan satu koperasi, nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada yang kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil," tegasnya.

Presiden Prabowo optimistis langkah besar tersebut akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat pesisir di seluruh Indonesia. "Rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik," pungkas Presiden.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar