Piala Dunia 2026 Resmi Bergulir di Tiga Negara dengan Tiga Maskot Baru: Maple, Zayu, dan Clutch

- Rabu, 24 Juni 2026 | 14:30 WIB
Piala Dunia 2026 Resmi Bergulir di Tiga Negara dengan Tiga Maskot Baru: Maple, Zayu, dan Clutch

Piala Dunia 2026 resmi bergulir sejak Kamis, 11 Juni, dan akan berlangsung hingga Minggu, 19 Juli 2026. Edisi ke-23 turnamen sepak bola paling bergengsi di planet ini mencatatkan sejarah baru: untuk pertama kalinya digelar secara kolaboratif di tiga negara Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat dengan jumlah peserta yang diperluas menjadi 48 tim nasional.

Untuk merayakan ekspansi global dan keberagaman budaya yang menyertainya, FIFA meluncurkan identitas visual yang tak biasa: tiga maskot resmi sekaligus. Mereka diberi nama Maple, Zayu, dan Clutch. Langkah ini sengaja dipilih sejak masa persiapan di bawah komite eksekutif FIFA demi memberikan ruang representasi yang adil bagi masing-masing negara tuan rumah. Selain menyemarakkan 104 pertandingan di stadion-stadion, ketiga karakter penuh warna ini dirancang interaktif untuk mendekatkan turnamen kepada penggemar muda.

FIFA mengonfirmasi bahwa trio ikonik ini menjadi maskot kompetisi pertama yang dapat dimainkan dalam game berlisensi resmi terbaru, FIFA Heroes, yang dijadwalkan meluncur tahun depan. Saat ini, para pecinta sepak bola di seluruh dunia sudah bisa mengoleksi kaos resmi dan berbagai merchandise maskot melalui platform FIFAStore.com.

Maple, Penjaga Gawang dari Kanada

Kanada memanfaatkan kehadiran maskot resmi untuk memperkenalkan keasrian alam liar sekaligus nilai-nilai inklusivitas masyarakatnya ke dunia. Maple adalah sosok rusa besar berwarna merah cerah. Nama dan visualisasinya diangkat dari daun maple, lambang persatuan nasional pada bendera Kanada.

Maple dikisahkan sebagai penjelajah yang melintasi seluruh provinsi dan teritori Kanada untuk merangkul kekayaan budaya lokal. Di atas lapangan hijau, ia diposisikan sebagai seorang penjaga gawang berdedikasi yang piawai melakukan penyelamatan legendaris. Melalui gaya busana jalanan dan kecintaannya pada musik, filosofi Maple merepresentasikan kreativitas, ketangguhan, serta kepribadian otentik tanpa kompromi yang melekat pada masyarakat Kanada sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Zayu, Warisan Sejarah Meksiko

Meksiko datang sebagai tuan rumah dengan keunggulan sejarah peradaban kuno yang sangat dihormati. Industri kreatif negara tersebut berkolaborasi dengan FIFA untuk mewujudkan warisan spiritual dan seni kriya tradisional ke dalam bentuk karakter yang energetik.

Zayu, sesosok jaguar yang mewakili Meksiko, dipilih karena memiliki nilai historis religius yang penting dalam peradaban kuno Mesoamerika sebagai simbol keberanian, kekuatan fisik, dan kepemimpinan. Berasal dari hutan selatan Meksiko, nama Zayu mengandung filosofi persatuan, kekuatan, dan kegembiraan. Di dalam stadion, Zayu mengenakan seragam hijau khas tim nasional Meksiko dan berperan sebagai penyerang lincah dengan kecerdikan taktis yang mampu mengintimidasi barisan pertahanan lawan. Di luar lapangan, Zayu bertindak sebagai duta budaya yang merayakan tradisi kuliner dan tarian khas Meksiko, menyatukan emosi para suporter lintas batas negara.

Clutch, Simbol Ketangguhan Amerika Serikat

Sebagai negara adidaya dengan industri olahraga profesional berskala makro, Amerika Serikat memilih maskot yang tampak modern dan berani. Karakter yang dimaksud adalah Clutch, seekor elang bondol yang merupakan burung nasional Amerika Serikat.

Clutch dirancang dengan gaya modern dan ekspresi energik untuk menggambarkan ambisi, kerja keras, dan optimisme tanpa batas. Karakter ini bertindak sebagai seorang gelandang besar yang memimpin dengan tindakan nyata, mengobarkan semangat rekan setim, serta mengubah setiap tekanan menjadi peluang untuk terbang lebih tinggi. Clutch merepresentasikan karakteristik Amerika Serikat sebagai tuan rumah dengan jumlah kota penyelenggara terbanyak yang siap menyajikan standar tertinggi dalam industri hiburan olahraga global pada Piala Dunia 2026.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar