Keputusan Fluminense menurunkan skuad tanpa banyak nama muda asal akademi Xerem pada leg pertama babak 16 besar Copa Libertadores melawan Independiente Rivadavia memicu gelombang kritik tajam dari para pendukung di media sosial. Suporter menilai jajaran pelatih yang dipimpin Zubeldia mengabaikan potensi talenta muda, padahal klub tersebut dikenal luas berkat reputasi akademinya dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas.
Kekecewaan mendalam diluapkan para penggemar yang geram karena dua nama potensial, Riquelme dan Júlio Fidelis, tidak masuk dalam daftar panggil. "Riquelme dan Júlio Fidelis??? Sama sekali tidak ada bagi pelatih ini," tulis salah satu suporter meluapkan kekesalannya di Instagram.
Gelombang protes tidak hanya tertuju pada pelatih, tetapi juga merembet ke manajemen klub. Sebagian pendukung mendesak agar para pemain muda segera dilepas jika tidak diberi kesempatan bertanding. "Lepaskan Riquelme, Júlio Fidelis, dan anak-anak lainnya segera! Kalian tidak menggunakan pemain akademi!" tegas warganet lain.
Seorang pendukung lain menyuarakan kejenuhan yang sama, "Saya sudah lelah mengeluh, setiap minggu hal yang sama. Mário dan Matheus merusak Xerém, hanya orang yang tidak mau melihat saja yang tidak tahu (...)" Kritik ini menyiratkan adanya dugaan pembatasan ruang bagi talenta lokal oleh manajemen.
Dalam daftar pemain yang dipanggil, nama Martinelli (24 tahun) memang masuk, tetapi ia sudah berstatus pemain senior yang matang. Hal serupa berlaku untuk bek veteran Thiago Silva yang berusia 41 tahun, meski keduanya sempat menimba ilmu di akademi Fluminense. Selain itu, penjaga gawang Gustavo Felix dan Marcelo Pitaluga juga tercatat sebagai produk binaan klub.
Artikel Terkait
Fluminense Perpanjang Tren Buruk, Tujuh Laga Tanpa Kemenangan
Fluminense Tahan Imbang Botafogo, Coritiba Kalahkan Chapecoense di Pekan ke-22 Liga Brasil
Fluminense Andalkan Rotasi Saat Hadapi Botafogo di Tengah Badai Cedera
Fluminense dan Vasco da Gama Bersiap untuk Laga Penentuan di Copa do Brasil