Menjelang Rabu terakhir bulan Safar, sebagian umat Islam di Indonesia, khususnya di Jawa, kembali menyiapkan amalan Rebo Wekasan. Tradisi yang dikenal juga sebagai Rabu Pungkasan ini kerap diisi dengan serangkaian ibadah, salah satunya sholat sunnah, dengan harapan memohon keselamatan dan terhindar dari bala atau musibah.
Tahun ini, Rebo Wekasan jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertepatan dengan 29 Safar 1448 Hijriah. Meski demikian, secara syariat tidak ada sholat khusus yang dinisbatkan pada hari tersebut. Karena itu, amalan yang dianjurkan adalah sholat mutlak, yakni sholat sunnah yang tidak terikat waktu dan sebab tertentu.
Pandangan tentang Rebo Wekasan sendiri beragam. Sebagian ulama ahli makrifat, seperti yang tertuang dalam kitab Kanzun Najah Wassurur karya Syekh Abdul Hamid Al-Qudsy, menyebutkan bahwa pada Rabu terakhir bulan Safar, Allah menurunkan bala ke dunia sebanyak 320.000 macam. Keyakinan inilah yang kemudian melatarbelakangi sebagian masyarakat untuk melakukan ritual tolak bala.
Namun, di sisi lain, sejumlah ulama menganggap praktik ini sebagai bid'ah. Syaikh Zainuddin Al-Malibari, misalnya, menilai sholat Rebo Wekasan sebagai bid'ah, tetapi ia memberikan solusi dengan menggantinya menjadi sholat sunnah mutlak. Senada, Syekh Ibnu Hajar Al-Maliki dalam kitab Irsyadul Ibad menyebutnya sebagai bid'ah madzmumah atau tercela.
Kendati demikian, bagi yang ingin melaksanakan sholat sunnah pada hari tersebut, para ulama menyarankan untuk berniat sholat mutlak. Sholat ini tidak dibatasi oleh waktu, sebab, maupun jumlah rakaat. Bahkan, Imam ar-Ramli rahimahullah menegaskan bahwa tidak ada batasan jumlah rakaat sholat mutlak, dan tidak makruh jika hanya satu rakaat.
Niat dan Tata Cara
Niat sholat mutlak cukup sederhana, tanpa menyebut nama sholat tertentu. Berikut lafaz niatnya:
اُصَلِّى سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Ushollii sunnatan rok'ataini lillaahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata caranya sama seperti sholat sunnah pada umumnya: membaca niat, takbiratul ihram, doa iftitah, surat Al-Fatihah, dilanjutkan surat pendek. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas. Kemudian ruku, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga salam.
Keutamaan Sholat Malam
Para ulama juga menyebutkan bahwa sholat mutlak yang dikerjakan pada malam hari lebih utama daripada siang hari. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan haram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam."
Hadits ini kerap dijadikan dalil oleh para ulama, termasuk Mufti Mesir, untuk menganjurkan sholat sunnah mutlak. Namun, mereka menekankan pentingnya menjaga niat agar tidak diniati sebagai sholat yang tidak ada tuntunannya.
Wallahu a'lam.