“Jadi kalau ada masyarakat yang ingin memilih balik bisa memanfaatkan besok tanggal 25, 26, 27, tadi sudah saya sampaikan dan ini saya sampaikan sekali lagi sehingga kemudian puncak arus mudik ini bisa terurai," jelas Sigit.
Soal persiapan, Polri mengklaim sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Strateginya bermacam-macam. Salah satu yang utama adalah pemberlakuan sistem satu arah nasional, yang resmi dimulai dari GT Kalikangkung KM 414 hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Tujuannya jelas: mencegah kemacetan total di titik-titik rawan, terutama saat mendekati Jakarta.
“Kami membagi agar tidak terjadi bottleneck pada saat sampai di arah Jakarta. Oleh karena itu, tentunya ada penggunaan-penggunaan tol fungsional, kemudian rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan,” katanya menegaskan.
Nuansa hiruk-pikuk arus balik memang terasa. Meski angka 2,3 juta kendaraan terdengar fantastis, upaya mengurai kepadatan terus dilakukan. Tinggal tunggu hasilnya di jalan.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 285 Ribu Kendaraan di Tol Trans Jawa
Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup
Kebijakan Larangan Truk-Bus di Tol Picu Kemacetan Parah di Pantura Cirebon
Rest Area Cipali Diterapkan Sistem Buka-Tutup Atasi Kepadatan Arus Balik