Korlantas Terapkan One Way Nasional dari Kalikangkung hingga Cikampek untuk Arus Balik

- Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB
Korlantas Terapkan One Way Nasional dari Kalikangkung hingga Cikampek untuk Arus Balik

Siang tadi, skema one way nasional untuk arus balik akhirnya diaktifkan. Ruasannya membentang cukup jauh, dari KM 414 GT Kalikangkung sampai ke KM 70 GT Cikampek Utama. Meski langkah ini terpaksa diambil, situasi lalu lintas hingga saat ini diklaim masih bisa dikendalikan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho. Menurutnya, meski terlihat padat, volume kendaraan sebenarnya masih dalam batas aman berkat pemantauan teknologi dan penghitungan lalu lintas secara real-time.

“Hingga saat ini kondisi arus lalu lintas memang cukup padat, sesuai dengan prediksi bahwa tanggal 24 merupakan puncak arus balik. Namun demikian, berbagai skenario manajemen lalu lintas telah disiapkan dan dijalankan,” kata Agus.

Rupanya, antisipasi sudah dimulai lebih awal. Sehari sebelumnya, jajaran Polda Jawa Tengah lebih dulu menerapkan one way lokal di ruas tol Salatiga-Kalikangkung, tepatnya dari KM 459 hingga KM 414.

Langkah ini kemudian diteruskan oleh Korlantas dengan sistem yang lebih bertahap. Mereka menyebutnya 'One Way Sepenggal Presisi', yang berlaku dari Kilometer 263 di Pejagan hingga Cikampek. Tidak berhenti di situ, dari KM 70 menuju KM 55 hingga 36, disiapkan skema contraflow dua lajur. Tujuannya jelas: mengurai kepadatan yang datang dari arah timur.

“Berdasarkan evaluasi dan analisa di lapangan, dilakukan pula perpanjangan one way arus balik dari kilometer 459 hingga kilometer 414 Kalikangkung,” tambah Irjen Agus.

Namun begitu, fokus pengamanan tidak hanya tertumpu di tol. Jalan arteri dan nasional juga mendapat perhatian serius. Seluruh jajaran kepolisian di daerah-daerah seperti Banyumas, Brebes, dan sepanjang Pantura telah disiagakan penuh. Mereka siap mengantisipasi efek domino dari rekayasa lalu lintas di jalan tol, sekaligus mengatur arus kendaraan yang mungkin beralih ke jalur alternatif.

“Pergerakan aglomerasi serta kunjungan ke tempat wisata juga masih cukup tinggi, sehingga menjadi perhatian dalam pengamanan,” ucapnya.

Di sisi lain, Polri terus mengingatkan masyarakat. Soal waktu perjalanan, misalnya. Mereka berharap kebijakan work from anywhere (WFA) bisa dimanfaatkan untuk meratakan distribusi pemudik, agar tidak membanjir di hari yang sama.

Aturan untuk kendaraan berat juga tetap ketat. Pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga masih diberlakukan. Korlantas secara khusus mengimbau pelaku logistik untuk patuh. Mereka tak segan menindak yang melanggar, semua demi kelancaran dan yang paling penting, keselamatan para pemudik.

Memang, arus balik tahun ini terasa cukup berat. Tapi dengan berbagai skenario yang dijalankan bertahap dan pengamanan yang diperluas, kepolisian berusaha maksimal agar perjalanan masyarakat tetap lancar dan aman sampai tujuan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar