"Mereka (petugas) sedang berusaha memadamkan api secepat mungkin," tambah Moses.
Lokasi kejadian adalah kilang Valero, yang letaknya sekitar 145 kilometer di timur Houston. Fasilitas raksasa ini bukan main-main kapasitasnya. Menurut data, kilang itu mempekerjakan hampir 800 orang dan sanggup memproses sekitar 435.000 barel minyak setiap harinya. Di sana, minyak mentah berat diolah menjadi berbagai produk vital seperti bensin, solar, dan bahan bakar pesawat terbang.
Di sisi lain, ledakan ini terjadi dalam momen yang cukup pelik. Harga bahan bakar minyak global sedang naik akibat ketidakpastian pasokan. Pemicunya adalah memanasnya konflik di Timur Tengah, menyusul ketegangan antara AS-Israel dan Iran.
Belum jelas apa penyebab pastinya. Investigasi masih terus dilakukan. Tapi insiden di Texas ini seolah punya gaung politik yang kuat. Presiden Donald Trump baru-baru ini sempat mengancam akan menyerang target energi Iran, meski kemudian ditunda. Suasana memang sedang tegang.
Untuk sekarang, fokus utama adalah pemadaman api. Warga menunggu, sementara asap hitam di langit Port Arthur perlahan-lahan bercerita.
Artikel Terkait
Kapolri: 2,3 Juta Kendaraan Masih Tercatat Keluar Jakarta, Puncak Arus Balik Diprediksi Hari Ini
Kapolri Resmikan Operasi One-Way Nasional Arus Balik Lebaran
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Pemeriksaan Kasus Kuota Haji Segera Dimulai
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Antisipasi Arus Balik Lebaran