4 Bos Gula Divonis 4 Tahun Penjara, Ganti Rugi Negara Capai Ratusan Miliar!

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 16:12 WIB
4 Bos Gula Divonis 4 Tahun Penjara, Ganti Rugi Negara Capai Ratusan Miliar!

Empat Bos Perusahaan Gula Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Impor

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada empat bos perusahaan gula swasta. Keempatnya dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi impor gula yang merugikan keuangan negara.

Daftar Terdakwa dan Vonis Kasus Korupsi Gula

Berikut adalah identitas keempat direktur yang dijatuhi hukuman dalam kasus korupsi impor gula:

  • Hansen Setiawan (Direktur Utama PT Sentra Usahatama Jaya)
  • Wisnu Hendraningrat (Presiden Direktur PT Andalan Furnindo)
  • Ali Sandjaja Boedidarmo (Direktur Utama PT Kebun Tebu Mas)
  • Indra Suryaningrat (Direktur Utama PT Medan Sugar Industry)

Rincian Hukuman dan Uang Pengganti

Selain hukuman penjara, majelis hakim yang diketuai Dennie Arsan Fatrika juga menjatuhkan denda dan uang pengganti. Berikut detail vonis untuk masing-masing terdakwa:

  • Indra Suryaningrat: 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta, uang pengganti Rp 77,21 miliar.
  • Wisnu Hendraningrat: 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta, uang pengganti Rp 60,99 miliar.
  • Hansen Setiawan: 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta, uang pengganti Rp 41,38 miliar.
  • Ali Sandjaja Boedidarmo: 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta, uang pengganti Rp 47,86 miliar.

Total kerugian negara dalam kasus ini ditetapkan sebesar Rp 578,1 miliar. Para terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Latar Belakang Kasus Korupsi Impor Gula

Kasus ini bermula dari penugasan pembentukan stok gula nasional yang tidak dilaksanakan sesuai ketentuan. Charles Sitorus, eks Direktur PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI), yang telah divonis sebelumnya, tidak bekerja sama dengan BUMN produsen gula. Sebaliknya, ia bekerja sama dengan delapan perusahaan gula swasta, termasuk milik para terpidana, untuk mengatur harga jual gula kristal putih (GKP) di atas Harga Patokan Petani (HPP).

Izin impor gula kristal mentah untuk perusahaan-perusahaan ini dikeluarkan oleh mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong tanpa melalui rapat koordinasi dan persetujuan Kementerian Perindustrian. Vonis untuk para bos perusahaan gula ini menandai babak penting dalam pemberantasan korupsi di sektor impor komoditas strategis Indonesia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar