Peringatannya ini punya dasar yang kuat. Catatan WMO menunjukkan, sepuluh tahun terakhir ini adalah periode terpanas sejak pengukuran dimulai pada 1850. Angkanya nyata dan mengkhawatirkan.
Ambil contoh tahun 2025 lalu. Rata-rata suhu global waktu itu sudah 1,43 derajat Celcius lebih panas ketimbang masa pra-industri era sebelum manusia menggila membakar batubara dan minyak. Sebenarnya, 2025 bisa lebih panas lagi. Tapi untungnya ada La Nina yang mendinginkan suasana untuk sementara, jadi suhunya sedikit lebih rendah dari 2024.
Namun begitu, fakta tetap saja: tahun lalu masuk dalam tiga besar tahun terpanas sepanjang sejarah pencatatan. Banyak ilmuwan kini makin yakin bahwa laju pemanasan bumi sedang meningkat. Meski begitu, mereka juga bilang bahwa tren panas ini masih berada dalam rentang prediksi jangka panjang yang sudah dibuat sebelumnya. Intinya, kita sudah diperingatkan, tapi situasinya makin mendesak untuk diantisipasi.
Artikel Terkait
JTT Terapkan Contra Flow di Tol Jakarta-Cikampek untuk Antisipasi Arus Balik
Korlantas Terapkan Sistem One-Way Lokal di Ruas Tol Semarang-Solo untuk Antisipasi Kemacetan
Ledakan Guncang Kilang Valero di Port Arthur, Tidak Ada Korban Jiwa
Kemenhub Imbau Pemudik Tunda Perjalanan Balik Hindari Puncak 24 Maret