Tiga Hari Krusial Pencarian Keluarga Spanyol di Laut Komodo

- Jumat, 02 Januari 2026 | 04:55 WIB
Tiga Hari Krusial Pencarian Keluarga Spanyol di Laut Komodo

Operasi pencarian untuk Martin Carreras dan kedua putranya masih terus digenjot. Mereka bertiga hilang setelah kapal pinisi yang membawa mereka karam di perairan Taman Nasional Komodo. Hingga kini, tim gabungan belum juga menemukan titik terang.

Fathur Rahman dari Basarnas Maumere yang koordinasi misi SAR mengonfirmasi, pencarian bakal diperpanjang. "Setelah evaluasi, Tim SAR gabungan akan melanjutkan dan memaksimalkan upaya pencarian selama tiga hari ke depan," ujarnya.

Keputusan perpanjangan operasi selama tiga hari, mulai 2 sampai 4 Januari 2026 ini, diambil usai rapat evaluasi di Posko SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Rapat itu digelar Kamis malam, melibatkan semua unsur yang terlibat.

Nah, ada faktor lain yang turut jadi pertimbangan. Duta Besar Spanyol sendiri sudah mengirim surat permintaan resmi ke Basarnas per 31 Desember lalu. Permohonan serupa juga datang dari pihak KSOP Labuan Bajo. Tekanan dan harapan untuk menemukan mereka masih sangat kuat.

Keluarga korban yang terbang dari Spanyol bahkan turun langsung ke lokasi. Kamis lalu, mereka diajak menggunakan speedboat Polri untuk melihat titik di Selat Pulau Padar tempat kapal itu tenggelam pada 26 Desember malam.

Di sana, mereka menyaksikan sendiri betapa ekstremnya kondisi laut. Arus bisa berubah sangat deras, gelombang tinggi muncul tiba-tiba di satu titik, sementara di spot lain air terlihat tenang. Sungguh situasi yang sulit ditebak.

Menurut Budi Widjaja dari Gahawisri Labuan Bajo, fenomena itu memang kerap terjadi. "Di sini ada anomali cuaca. Sebelumnya perairan tidak bergelombang, tiba-tiba kita bertemu dengan gelombang," katanya menerangkan kondisi Selat Pulau Padar yang dikenal tricky.

Jadi, tiga hari ke depan menjadi masa krusial. Semua pihak berharap upaya maksimal tim gabungan membuahkan hasil. Laut Komodo memang menawan, tapi di balik keindahannya tersimpan tantangan yang tak main-main.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar