Arus mudik mulai terasa. Di Stasiun Halim, kerumunan penumpang dengan koper dan bingkisan sudah tampak sejak pagi, menunggu jadwal keberangkatan mereka. Tren ini bukan sekadar impresi. Data terbaru menunjukkan, Kereta Cepat Whoosh telah mengangkut sekitar 185 ribu penumpang untuk perjalanan antara 13 hingga 30 Maret 2026. Angka yang cukup fantastis untuk masa awal arus mudik Lebaran.
Dan tampaknya, angka itu belum final. Menurut Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, penjualan tiket masih terus berlangsung. Artinya, jumlah penumpang masih berpotensi melonjak lebih tinggi lagi mendekati puncak arus perjalanan.
"Hari ini saja, 23 Maret, kami melihat peningkatan yang signifikan," ujar Eva saat ditemui di Stasiun Whoosh Halim.
Dia menjelaskan, okupansi kereta pada keberangkatan siang hingga sore bahkan menyentuh lebih dari 80 persen. Suasana terasa begitu padat.
"Untuk volume penumpang hari ini kami catat sekitar 12 ribu orang. Dan ini masih mungkin bertambah sampai kereta terakhir berangkat malam nanti," tambahnya.
Fakta di lapangan ini memperlihatkan satu hal: Whoosh kian jadi primadona untuk rute Jakarta-Bandung, khususnya di momen spesial seperti mudik dan libur panjang. Masyarakat sepertinya mulai melirik serius alternatif transportasi yang satu ini.
Artikel Terkait
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret
Dua Pilot Tewas, Puluhan Luka dalam Kecelakaan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di Bandara LaGuardia
KPK Tunggu Hasil Tes Kesehatan untuk Kembalikan Yaqut ke Rutan