Elon Musk Dinyatakan Bersalah Tipu Pemegang Saham Twitter Lewat Cuitan

- Senin, 23 Maret 2026 | 21:40 WIB
Elon Musk Dinyatakan Bersalah Tipu Pemegang Saham Twitter Lewat Cuitan

Meski begitu, ada sedikit kemenangan untuk Musk. Juri menyatakan para pemegang saham gagal membuktikan bahwa dia menjalankan skema penipuan yang lebih terstruktur terhadap mereka.

“Kekhawatiran klien saya soal bot itu nyata dan serius,” bela pengacara Musk, Michael Lifrak. “Pernyataannya sama sekali tidak bermaksud menipu.”

Gugatan ini melibatkan investor yang merasa terpaksa jual saham Twitter di harga murah antara Mei hingga Oktober 2022, gara-gara pernyataan Musk.

Dan rupanya, masalah hukum Musk belum berakhir di sini. Dia masih harus berunding dengan SEC, badan pengawas pasar modal AS, terkait tuduhan lain. SEC menuduhnya terlambat mengungkap pembelian saham Twitter awal tahun 2022, sehingga bisa membeli lebih banyak saham dengan harga murah sebelum publik tahu.

Di tengah semua keributan hukum ini, bisnis Musk di tempat lain justru melesat. SpaceX, perusahaan roketnya, baru-baru ini mengakuisisi xAI, perusahaan kecerdasan buatannya sendiri yang menaungi platform X (dulu Twitter). Transaksi itu disebut-sebut menciptakan perusahaan privat paling bernilai di dunia, dengan valuasi mencapai 1,25 triliun dolar AS. Sungguh kontras dengan suasana di pengadilan San Francisco.

Pada akhirnya, seperti yang kita tahu, akuisisi Twitter itu tetap berjalan. Oktober 2022, Musk resmi mengambil alih dan mengganti nama platform legendaris itu menjadi X. Tapi dampak dari pernyataan-pernyataannya di masa proses akuisisi, ternyata masih terus berlanjut hingga ke meja hijau.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar