Kalau pun lonjakan kendaraan ternyata sangat signifikan, ada opsi lain. Pemerintah siap mengalihkan sebagian arus ke lintas alternatif, yaitu melalui Pelabuhan Panjang menuju Krakatau Bandar Samudera (KBS). Langkah ini diharapkan bisa memecah konsentrasi kepadatan.
Teknologi juga tak dilupakan. Penggunaan drone untuk memantau lalu lintas secara real-time, terutama di kawasan Bakauheni, akan diperkuat. Dengan mata dari udara, pengambilan keputusan di lapangan diharapkan bisa lebih cepat dan tepat jika ada titik antrean.
Yang tak kalah penting adalah pengendalian di dalam kawasan pelabuhan sendiri. Pemerintah ingin memastikan antrean tidak meluber keluar area. Untuk itu, pengaturan di kawasan penyangga dan perluasan radius pembelian tiket juga masuk dalam daftar evaluasi.
Semua langkah ini, menurut Menhub, punya dua tujuan utama yang harus seimbang. Kelancaran tentu jadi prioritas, tapi ada hal yang lebih utama.
“Kelancaran itu penting, tetapi keselamatan adalah yang utama. Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” tegas Dudy.
Jadi, persiapan sudah dimatangkan. Tinggal menunggu eksekusinya di lapangan nanti.
Artikel Terkait
Genangan Air Akibat Sampah Lumpuhkan Lajur Tol Jagorawi
Polisi Ungkap Rute Pelarian Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Arus Mudik H+1 Lebaran Masih Tinggi, Jasa Marga Imbau Atur Waktu Kepulangan
Polisi Tangkap WNI Irak Diduga Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Bambu Apus