Arus mudik dari Jabotabek ternyata belum juga reda. Padahal, Lebaran sudah lewat. Hingga hari Minggu kemarin, tercatat masih ada lebih dari 210 ribu kendaraan yang memadati jalan-jalan tol keluar dari wilayah metropolitan itu. Angkanya jauh di atas normal, lho.
Rivan A. Purwantono, si Direktur Utama Jasa Marga, bilang peningkatannya mencapai 57,3 persen. Kalau di hari biasa, kendaraan yang keluar cuma sekitar 133 ribu. Nah, kemarin tembus 210.209 kendaraan.
"Lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek tercatat sebanyak 210.209 kendaraan, meningkat sebesar 57,3 persen dibanding normal 133.637 kendaraan,"
Begitu penjelasan Rivan dalam rilis tertulisnya, Senin (23/3).
Lalu lintas ini terpantau mengalir deras lewat empat gerbang utama: Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Merak. Sementara itu, arus sebaliknya kendaraan yang kembali ke Jabotabek masih terlihat lebih sepi. Baru sekitar 170 ribu kendaraan yang masuk, atau masih 2,9 persen lebih rendah dari angka normal.
Nah, melihat kondisi ini, Jasa Marga punya imbauan khusus buat para pemudik. Mereka yang masih menikmati suasana kampung halaman disarankan untuk mulai mengatur waktu kepulangan. Jangan sampai ketemu puncak arus balik nanti.
"Melihat masih tingginya lalu lintas mudik yang meninggalkan wilayah Jabotabek hingga H 1 Lebaran, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek,"
tutur Rivan.
Kapan sih puncaknya? Diprediksi bakal terjadi dalam dua gelombang. Pertama, besok tanggal 24 Maret. Lalu yang kedua pada akhir pekan, 28 dan 29 Maret. Itu masa-masa yang paling perlu dihindari kalau bisa.
Artikel Terkait
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret
Dua Pilot Tewas, Puluhan Luka dalam Kecelakaan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di Bandara LaGuardia
KPK Tunggu Hasil Tes Kesehatan untuk Kembalikan Yaqut ke Rutan
Mudik Lebaran 2026: 4,41 Juta Penumpang Melalui Bandara, Soekarno-Hatta Paling Padat