JAKARTA Setelah aksi pembunuhan yang mengguncang itu, pelaku ternyata sempat melarikan diri ke luar Jakarta. Fechy J Atupah, seorang AKP yang menjabat Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, mengungkapkan hal tersebut kepada awak media pada Senin (23/3/2026).
"Jadi pada saat dia melarikan diri, setelah membunuh itu dia sempat keluar kota ke Bogor dan Sukabumi, berpindah-pindah," kata Fechy.
Perjalanan pelariannya berlanjut. Menurut penjelasan polisi, di Sukabumi, niat untuk mengakhiri hidupnya sendiri sempat muncul dalam benak tersangka.
"Pada saat di Sukabumi dia memang sempat mau bunuh diri, tapi diurungkan niatnya kemudian dia memilih untuk pergi ke Pulau Sumatra," ujar dia menambahkan.
Namun begitu, pelariannya tak berlangsung lama. Pria warga negara Irak berusia 49 tahun itu, Rashad Fouad Tareq Jameel atau kerap dipanggil Fuad, kini sudah berada dalam tahanan. Statusnya resmi sebagai tersangka. Pasal yang menjeratnya adalah Pasal 458 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun. Pasal 468 disebut sebagai subsider.
Kasus ini berawal dari sebuah pagi yang suram di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Sabtu (21/3/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, ibu korban yang hanya disebut berinisial B mendatangi kontrakan anaknya. Pintu terkunci dari dalam.
Kakak korban, A, yang kemudian membukanya. Pemandangan mengerikan langsung menyambut. Korban terbaring tak bernyawa di lantai, tubuhnya bersimbah darah yang sudah mulai mengering.
Tim dari Polres Metro Jakarta Timur tiba di TKP sekitar pukul 05.30 WIB. Dari pemeriksaan awal, terlihat jelas luka sayatan di leher korban, yang tak lain adalah cucu dari pelawak senior Mpok Nori. Adegan itu membekas, meninggalkan tanda tanya besar sebelum akhirnya polisi berhasil mengurai pelakunya.
Artikel Terkait
Pemerintah Perluas Hilirisasi ke Sektor Kehutanan, Migas, dan Kelautan Demi Nilai Tambah Komoditas
Hendropriyono Puji Kinerja Bappisus Mampu Urai Masalah Bangsa yang Membelit
Indonesia dan Filipina Teken Kerja Sama Strategis Nikel, Kuasai 73,6 Persen Produksi Global
Kemenkes Audit Dokter Pendamping Internship di Jambi Buntut Meninggalnya dr Myta Aprilia Azmi